Perkuat Mitigasi Bencana Gempa Bumi, Pemkot Surabaya Gandeng Ahli Geologi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para peserta mengikuti pelatihan di lingkungan BPBD Kota Surabaya. SP/ Pemkot Surabaya
Para peserta mengikuti pelatihan di lingkungan BPBD Kota Surabaya. SP/ Pemkot Surabaya

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memperkuat mitigasi bencana gempa bumi dari keberadaan patahan atau sesar aktif di wilayah Surabaya dan sekitarnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menggandeng ahli geologi.

Adanya langkah mitigasi ini memperkuat hasil survei terbaru Pemkot Surabaya bersama tim ahli geologi terkait keberadaan dua patahan aktif dari sistem Sesar Kendeng yang melintasi Kota Surabaya, yaitu Patahan Surabaya dan Patahan Waru.  Sehingga, kedua patahan ini memiliki karakteristik patahan naik (thrust fault). 

Aktivitas geologis ini ditandai dengan adanya dorongan dari bawah permukaan bumi yang secara perlahan mengangkat lapisan tanah dan membentuk bukit-bukit memanjang di wilayah kota. "Upaya mitigasi ini kita lakukan mulai dari usia dini, dari tingkat PAUD hampir setiap hari kita latih, lalu ke sekolah-sekolah dari SD, SMP, hingga SMA," ujar Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto, Kamis (17/09/2026).

Sementara itu, terkait materi edukasi berfokus pada langkah penyelamatan diri, penentuan titik kumpul, hingga bantuan untuk keluarga saat gempa terjadi. Masyarakat diimbau tidak panik dan berlari sembarangan saat gempa, melainkan menerapkan prinsip hold and cover. 

"Yang utama adalah hold and cover, mencari benda untuk menutupi kepala dan leher, berlindung di bawah meja, atau di area triangle of life (segitiga kehidupan). Selain ke sekolah, penyisiran edukasi mitigasi juga terus kami jalankan setiap hari ke pesantren, rumah sakit, gedung bertingkat, hingga ke masyarakat melalui Kampung Pancasila," tuturnya.

Sedangkan untuk saat ini, patahan Surabaya teridentifikasi bergerak dan terdorong sekitar 4 sentimeter per tahun, sedangkan Patahan Waru bergerak sekitar 3 sentimeter per tahun. "Pergerakan aktif dari kedua sesar ini terus menghasilkan gempa-gempa berskala mikro, dengan rentang magnitudo 1 hingga 3. Meski getarannya sangat kecil dan kerap tidak dirasakan langsung oleh masyarakat, aktivitas mikro ini menjadi bukti valid bahwa sistem sesar tersebut berstatus aktif dan terus bergerak," katanya. sb-06/dsy

Berita Terbaru

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…