SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Dalam rangka memperkuat program melek bencana di kalangan pelajar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggencarkan pendidikan penanggulangan bencana ke berbagai lembaga pendidikan di wilayah itu, sebagai bentuk kesiagaan dalam menghadapi bencana.
"Apalagi sebagaimana kita kenal, Pamekasan ini termasuk salah satu kabupaten di Jawa Timur yang rawan terjadi bencana. Para pelajar, mahasiswa merupakan salah satu elemen masyarakat yang memiliki peran panting dalam ikut menekan risiko jika terjadi bencana. Karena itu, pendidikan bagi kelompok ini penting dilakukan," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi, Kamis (22/10/2026).
Program pendidikan melek bencana yang digelar oleh BPBD bersama Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan ini, sebagai bentuk pencegahan dini. Dimana, bentuk kesiagaan semua pihak menjadi keniscayaan, sehingga upaya menekan risiko juga terjadi bencana bisa dilakukan.
Sementara itu, untuk pelatihan penanggulangan bencana kali ini, menyasar para pelajar dari SMA Negeri Galis, Pamekasan, serta para guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI), yang meliputi materi penanggulangan bencana, cara menekan risiko jika terjadi bencana.
Para peserta juga diajak mempraktikkan cara penanganan saat terjadi bencana, evakuasi mandiri, hingga teknik pertolongan pertama pada korban sebelum tiba di fasilitas kesehatan. "Bencana bisa datang kapan saja dan di mana saja. Sekolah adalah salah satu tempat berkumpulnya banyak orang, sehingga kesiapan secara matang penting untuk diketahui," katanya.
Kepala BPBD Pemkab Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi menjelaskan, pendidikan melek bencana di kalangan pelajar ini akan dilakukan secara berkelanjutan dan akan menyasar semua lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pamekasan. "Kami telah membentuk tim khusus dan bekerja sama dengan relawan penanggulangan bencana terkait program melek bencana di kalangan pelajar ini," kata Dhofir. pm-03/dsy
Editor : Redaksi