Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hj. Laili Abidah Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim
Hj. Laili Abidah Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim

i

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi memberikan perlindungan lebih kuat terhadap pengemudi. Transparansi tarif, besaran potongan aplikasi hingga perluasan jaminan sosial dinilai harus menjadi bagian penting dalam pembahasan regulasi tersebut.

Juru Bicara Fraksi PKB DPRD Jatim Dr. Hj. Laili Abidah, S.Ag., MM. mengatakan pihaknya memahami kewenangan gubernur dalam regulasi sektoral terbatas pada penetapan tarif Angkutan Sewa Khusus. Sementara pedoman perhitungan biaya jasa sepeda motor ditetapkan oleh Menteri.

Menurut Laili, penyesuaian kewenangan tersebut diperlukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah tumpang tindih antara pemerintah pusat dan daerah. Namun, koreksi terhadap kewenangan gubernur tidak boleh membuat perlindungan terhadap pengemudi transportasi berbasis aplikasi menjadi lebih lemah.

“Meskipun demikian, kami menegaskan agar penyesuaian kewenangan ini tidak mengurangi substansi perlindungan pengemudi,” kata Laili dalam Jawaban Fraksi PKB atas Pendapat Gubernur terhadap Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi, 10/9/2026.

PKB meminta Raperda tetap memberikan ruang kuat kepada gubernur untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kepatuhan penyelenggara aplikasi atas pedoman biaya jasa yang ditetapkan pemerintah pusat. Evaluasi tarif secara berkala juga didorong dengan melibatkan pengemudi.

“Evaluasi tarif harus melibatkan unsur pengemudi agar keterbukaan komponen pembentuk tarif tetap terjaga,” ujar Anggota Komisi A (Hukum dan Pemerintahan) ini.

Salah satu yang mendapat perhatian PKB adalah besaran potongan biaya jasa aplikasi. Fraksi PKB meminta komponen pembentuk tarif dan potongan yang dikenakan perusahaan aplikasi kepada pengemudi dibuka secara transparan sehingga pengemudi mengetahui struktur pendapatan yang mereka terima.

Selain itu, mekanisme sanksi juga diminta dibuat secara proporsional. PKB menilai harus ada pembedaan tegas antara pelanggaran yang bersifat sistemik di tingkat perusahaan aplikasi dengan pelanggaran individual pengemudi. Hal tersebut penting agar pengemudi yang memiliki posisi tawar lebih lemah tidak menjadi pihak yang paling mudah dikenai sanksi.

PKB juga mengusulkan sedikitnya lima isu menjadi pembahasan lanjutan Raperda, yakni perluasan akses jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan bagi pengemudi; transparansi tarif dan potongan aplikasi; tata kelola serta audit data perusahaan aplikasi yang dilaporkan secara berkala kepada DPRD; pelibatan pengemudi perempuan dan penyandang disabilitas; serta integrasi transportasi berbasis aplikasi dengan transportasi publik.

Laili menegaskan seluruh isu tersebut perlu dipertahankan sebagai materi pembahasan Raperda. Bagi PKB, regulasi transportasi berbasis aplikasi tidak cukup hanya mengatur kewenangan pemerintah dan perusahaan, tetapi harus memastikan pengemudi memperoleh perlindungan, transparansi dan ruang keterlibatan dalam kebijakan yang secara langsung memengaruhi penghasilan mereka. rko

Berita Terbaru

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas …