SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Musim kemarau panjang yang menyebabkan krisis kekeringan yang kian meluas membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, memperluas distribusi air bersih ke tiga wilayah baru yang terdampak kekeringan seiring berkurangnya ketersediaan sumber air di sejumlah desa. Dengan penambahan tersebut, jumlah wilayah yang menerima bantuan air bersih dari BPBD Ponorogo kini menjadi tujuh lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun mengatakan, untuk tiga lokasi yang mulai mendapatkan suplai air bersih tersebut yakni Dukuh Kupit, Desa Caluk, Kecamatan Slahung; Dukuh Gondang, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo; dan Desa Wonodadi, Kecamatan Ngrayun. "Untuk Tumpuk dan Caluk sudah kami lakukan distribusi air bersih perdana pada 24 September," jelasnya, Minggu (27/09/2026).
Sementara itu, di Dukuh Gondang, Desa Tumpuk, BPBD menyalurkan sekitar 12 ribu liter air bersih pada distribusi perdana. Sementara di Dukuh Kupit, Desa Caluk, bantuan air bersih telah disalurkan sejak pekan lalu dengan volume sekitar 5 ribu liter setiap pengiriman. Sedangkan untuk kebutuhan bantuan air bersih di Desa Tumpuk muncul setelah pemerintah desa melaporkan sedikitnya empat rukun tetangga (RT) mulai mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut Masun, volume distribusi air disesuaikan dengan jumlah warga terdampak dan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah. "Setiap minggu rata-rata sekitar 67 ribu liter air bersih kami distribusikan ke wilayah terdampak kekeringan," ujarnya.
Selain tiga lokasi baru tersebut, BPBD sebelumnya telah menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung; Dusun Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal; Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon; serta Dusun Kroyo, Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung. Sehingga, pihaknya memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama kebutuhan masyarakat masih tinggi dan sumber air di wilayah terdampak belum kembali normal. pn-01/dsy
Editor : Redaksi