SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Hingga minggu ke-36 tahun 2026, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek mencatat 12.809 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Adanya kenaikan itu berlangsung saat Trenggalek memasuki periode musim kemarau.
Diketahui, ISPA menyerang berbagai kelompok usia. Kasus muncul pada anak-anak hingga orang dewasa. Sedangkan untuk karakter ISPA yang mudah menular mempercepat penyebaran virus maupun bakteri. Penularan juga mudah terjadi di lingkungan keluarga.
“Biasanya kalau salah satu anggota keluarga di rumah terkena ISPA, anak-anak atau anggota keluarga lain akan cepat ikut tertular,” ujar Plt Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin, Senin (28/09/2026).
Oleh karenanya, Andiek mengatakan seluruh wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Trenggalek mencatat kasus ISPA. Dari 22 puskesmas yang beroperasi, beberapa fasilitas kesehatan menangani lebih dari 1.000 kasus. Dan sebanyak lima puskesmas mencatat akumulasi kasus tertinggi. Kelima fasilitas itu berada di wilayah Tugu, Gandusari, Karanganyar, Munjungan, dan Dongko.
“Wilayah-wilayah tersebut mencatat angka penanganan yang cukup tinggi, rata-rata sudah di atas 1.000 kasus,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dinkes Trenggalek memantau perkembangan kasus melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Petugas mengolah laporan secara berkala sejak awal tahun hingga minggu ke-36. Selain itu, tim medis juga siap turun ke lapangan saat SKDR mendeteksi kenaikan kasus yang tidak wajar di suatu desa.
“Ketika sistem mendeteksi lonjakan kasus di suatu wilayah, tim surveilans akan langsung turun ke lapangan,” tegas Andiek.
Dinkes memperkirakan kasus ISPA masih berpotensi meningkat selama musim kemarau. Pemerintah daerah pun memperkuat upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat, dengan mengajak masyarakat menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan memenuhi kebutuhan cairan harian.
“Jika masyarakat disiplin menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, insyaallah rantai penularan ISPA bisa kita tekan sehingga tidak meluas,” pungkas Andiek. tr-02/dsy
Editor : Redaksi