Dampak Musim Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Ngawi Naik hingga 30 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Penularan kasus ISPA di Ngawi. SP/ NGW
Ilustrasi. Penularan kasus ISPA di Ngawi. SP/ NGW

i

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Selama musim kemarau panjang, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah setempat mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir, hingga sekitar 20 hingga 30 persen yang pada umumnya disebabkan oleh virus sehingga penyakit tersebut dapat menular dari satu orang ke orang lainnya. 

Pasalnya, kondisi lingkungan yang lebih banyak dipenuhi debu selama musim kemarau disebut turut meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan. Peningkatan kasus ISPA ini terpantau dari kunjungan masyarakat ke sejumlah fasilitas pelayanan  kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, dr. Heri Nurfahrudin, mengatakan terdapat kecenderungan peningkatan jumlah pasien dengan keluhan ISPA selama musim kemarau. “Memang saat musim kemarau ini ada kecenderungan peningkatan kasus ISPA di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit. Kenaikannya sekitar 20 sampai 30 persen,” ujar dr. Heri Nurfahrudin, Senin (12/10/2026).

Sedangkan untuk pasien yang datang dengan keluhan ISPA umumnya mengalami sejumlah gejala, seperti demam, nyeri saat menelan makanan, sakit tenggorokan, nyeri otot hingga tubuh terasa lemas.

Oleh karenanya, masyarakat diminta tetap waspada, terutama jika infeksi berkembang dan mulai menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Sehingga, untuk mencegah penyebaran ISPA, Dinas Kesehatan Ngawi mengimbau masyarakat meningkatkan kesadaran menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat juga dianjurkan menjaga pola makan dengan gizi seimbang serta memperbanyak konsumsi air putih.

Selain itu, penggunaan masker juga dianjurkan, terutama ketika sedang sakit, agar risiko penularan penyakit kepada orang lain dapat diminimalkan. Dan bagi masyarakat yang mengalami gejala ISPA dan kondisinya tidak kunjung membaik juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. ng-01/dsy

Berita Terbaru

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini jagad maya dihebohkan dengan unggahan video yang menampilkan pemuda menempelkan alat vitalnya ke kitab suci…

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai langkah strategis dalam mengejar target penemuan 2.499 kasus TBC sepanjang 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo…

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sebanyak 4.403 jiwa di 21 desa yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami…

Dinkes Ponorogo Terapkan SKDR, Cegah Penularan Penyakit Influenza

Dinkes Ponorogo Terapkan SKDR, Cegah Penularan Penyakit Influenza

Senin, 12 Okt 2026 14:24 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti kasus penularan influenza sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang hidung, tenggorokan, dan…

Gegara Bakar Sembarangan, Lahan Tebu Seluas Satu Hektare di Jombang Hangus

Gegara Bakar Sembarangan, Lahan Tebu Seluas Satu Hektare di Jombang Hangus

Senin, 12 Okt 2026 14:12 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Diduga bermula dari pembakaran daun tebu kering kemudian menjalar dengan cepat akibat tiupan angin kencang, lahan tebus seluas…

Harga Komoditas Beras Medium di Jombang Naik Tembus Rp14 Ribu Per Kilogram

Harga Komoditas Beras Medium di Jombang Naik Tembus Rp14 Ribu Per Kilogram

Senin, 12 Okt 2026 13:52 WIB

Senin, 12 Okt 2026 13:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Berdasarkan pemantauan pasar yang dilakukan secara berkala melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok…