DPRD Kota Kediri Siap Lakukan Kajian Usai Temui Para Pedagang Pasar

author Duchan Prakasa

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri akhirnya menerima puluhan pedagang pasar. Duduk lesehan di halaman Gedung Nasional Indonesia (GNI), mereka membahas keluh kesah tentang pasar yang sudah sebelumnya dibeberkan dalam demo waktu lalu.

Untuk diketahui, rapat dengar pendapat (RDP) ini tidak hanya dihadiri perwakilan pedagang dari Pasar Bandar. Melainkan juga dari Pasar Pahing dan Pasar Setonobetek. 

“Hari ini kami diterima oleh DPRD Kota Kediri khususnya Komisi B. Kami sudah menyampaikan apa-apa yang menjadi keluh kesah pedagang selama ini,” ujar Yunus, salah satu pedagang Pasar Bandar.

Setelah pertemuan itu, Yunus mengaku masih akan melihat reaksi DPRD. Terutama dalam menindaklanjuti keluhan pedagang.

Seperti sebelumnya, ada tiga poin tuntutan pedagang yang diungkapkan pedagang. Yakni, mereka keberatan dengan penarikan retribusi di pintu masuk karena dinilai mematikan pasar. 

Kemudian, pedagang juga menyoal biaya lapak karena pedagang yang tutup pun tetap harus membayar retribusi.

Selanjutnya, pedagang juga mempermasalahkan perubahan hak guna bangunan (HGB) menjadi hak sewa Rp 200 ribu per tahun. Jika ada pedagang yang terlambat membayar, kios diminta oleh Perumda Pasar Joyoboyo.

“Tuntutan kami tetap sama. Tiga poin yang sudah disampaikan. Hari ini semua (pedagang dari tiga pasar, Red) ingin turut hadir untuk mendengarkan kesepakatan,” imbuhnya.

RDP yang sedianya hanya mengundang lima perwakilan pedagang urung dilaksanakan. Sebab puluhan pedagang itu menginginkan dewan keluar dan duduk bersama di halaman mendengarkan persoalan yang terjadi.

“Dewan harus bersikap secepatnya supaya ada solusi yang terbaik. Kita kaji sama-sama perda, perwali, dan regulasi yang ada terkait hak guna bangunan (HGB). Saya ingin semuanya jelas terkait kios, los, dan lainnya,” ujar Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Arief Junaidi.

Menurutnya jika aturan-aturan tersebut sudah tidak relevan bisa dievaluasi menggunakan appraisal. Sebab, masalah tersebut terkait dengan mata pencaharian pedagang sehari-hari. Dia pun meminta pemkot segera merumuskan solusi.

“Ini akan kami kaji ulang. Kalau memang tidak jualan bagaimana sikap dari pemerintah atau perumda. Ada dispensasi atau tidak. Tidak mungkin dicampur rata begitu,” lanjutnya.

Khusus untuk pemasangan protal digital, menurut Arief kebijakan tersebut sudah lama. Tujuannya untuk membuat pasar semakin aman dan nyaman. Namun, pihaknya akan tetap mengkaji perlu tidaknya pemasangan portal tersebut.

“Kita lihat sama-sama nanti. Karena ini urusannya sama perusahaan daerah ya. Jadi perlu untuk kami laporkan terlebih dahulu kepada pimpinan (DPRD),” tandasnya. Can

Berita Terbaru

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa ilmu komputer Jack Zemke tidak kunjung mendapatkan hasil meski telah mengirim ratusan lamaran pekerjaan yang sebagian besar…

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (28/9/2026), dekati l…

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria, menegaskan penyertaan dana CSR untuk berbagai program terkait pembangunan desa yang terarah sangat…

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

SURABAYAPAGI.com - Produsen otomotif Tata resmi meluncurkan sedan Aeris di pasar India. Untuk membuktikan kekuatan struktur bodi serta keamanan sistem CNG,…

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Lembaga keuangan yang berbasis di Washington mencatat negara-negara maju membayar bunga lebih dari US$ 3,3 triliun atas obligasi pemerintah…

NIAT JAHAT RADITYA TIDAK PERNAH DIURAIKAN JPU

NIAT JAHAT RADITYA TIDAK PERNAH DIURAIKAN JPU

Selasa, 29 Sep 2026 06:50 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:50 WIB

Majelis Hakim Yang Mulia, Saya ini wartawan yang sangat sabar. Sejak saya rekam pengakuan Erik Wowor, di Lantai V Gedung Direskrimum Polda Jatim tanggal 23…