SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Sebagai langkah strategis dalam peningkatan kualitas hidup sehat masyarakat melalui kegiatan aksi bergizi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, mendorong pondok pesantren di wilayah itu menjadi pelopor kesehatan masyarakat karena lembaga ini tersebar di hampir semua desa di wilayah setempat. Sehingga memiliki potensi menjadi percontohan apabila dimanfaatkan secara optimal.
"Karena itu, Dinkes Kabupaten Pamekasan kini mulai memilih pesantren sebagai sasaran program terkait pendidikan hidup sehat pada masyarakat," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifuddin, Selasa (29/09/2026).
Berdasarkan data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, jumlah pondok pesantren yang ada di wilayah itu sebanyak 426 lembaga, tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan. "Bagi kami, potensi yang ada di lembaga pesantren ini sangat baik apabila dimanfaatkan untuk kepentingan baik, termasuk peningkatan kesehatan kualitas kesehatan masyarakat," katanya.
Apalagi, para santri yang belajar di berbagai pondok pesantren itu, umumnya merupakan warga sekitar. Sebagian ada yang berasal dari luar Pamekasan. Karena itu, Dinkes Kabupaten Pamekasan kini menjadikan pesantren yang ada di wilayah itu sebagai mitra strategis program peningkatan kualitas hidup sehat masyarakat melalui kegiatan aksi bergizi.
Salah satunya, seperti yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Muttaqin, Proppo, Pamekasan. Melalui program ini, santri diajari tentang pola hidup sehat, makan makanan bergizi, pentingnya olahraga dalam menopang kualitas kesehatan, serta teknik mencegah penyakit stunting.
Dengan cara seperti itu, pihaknya yakin, pendidikan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat bisa segera tersebar luas melalui para santri yang kini masih belajar di sejumlah pesantren di Kabupaten Pamekasan tersebut. Dan diharapkan, kegiatan tersebut dapat memperkuat upaya promotif dan preventif, terutama dalam mencegah berbagai jenis penyakit dan stunting dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
"Selain bernilai guna, kerja sama dengan pesantren terkait peningkatan kualitas kesehatan masyarakat ini, juga tepat guna," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili. pm-01/dsy
Editor : Redaksi