SURABAYA PAGI.COM, Ponorogo— Kekeringan di Kabupaten Ponorogo semakin parah. Hingga akhir September 2026 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat tujuh lokasi telah mendapat bantuan air bersih karena sumber air warga mulai berkurang.
Dari data yang berhasil dihimpun, tiga lokasi baru kesulitan air bersih saat ini adalah Dukuh Kupit, Desa Caluk, Kecamatan Slahung; Dukuh Gondang, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo; serta Desa Wonodadi, Kecamatan Ngrayun. Ke tiga wilayah itu saat ini telah mendapat droping air bersih dari BPBD. Dengan penambahan 3 wilayah terdampak kekeringan itu, total wilayah terdampak kekeringan di Ponorogo saat ini mencapai tujuh lokasi.
Di Desa Tumpuk, kekeringan berdampak terhadap 303 jiwa atau 117 kepala keluarga (KK). Sementara di Dukuh Kupit, Desa Caluk, tercatat 75 jiwa atau 36 KK membutuhkan pasokan air bersih. BPBD masih melakukan asesmen untuk memperbarui data warga terdampak di sejumlah lokasi.
Adapun wilayah lain yang sebelumnya telah mendapat bantuan air bersih yakni Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung; Dusun Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal; Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon; serta Dusun Kroyo, Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung.
Khusus di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, kekeringan telah membuat sumur dan sungai warga mengering. Kondisi tersebut sebelumnya dilaporkan berdampak terhadap 189 jiwa, yang kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari.
Krisis air juga dirasakan warga Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon. Setiap tahun, sekitar 120 jiwa di wilayah tersebut terdampak kekeringan dan mengandalkan pasokan air bersih pemerintah. Pada 16 September 2026 kemarin , BPBD kembali menyalurkan 5.000 liter air ke wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, BPBD Ponorogo saat ini rata-rata menyalurkan sekitar 67.000 liter air bersih setiap pekan ke wilayah yang mengalami kekurangan air. Distribusi dilakukan menyesuaikan jumlah warga dan tingkat kebutuhan masing-masing lokasi.
Di tengah meluasnya kekeringan, Kodim 0802/Ponorogo pada Selasa (29/9/2026) turut menyalurkan bantuan air bersih secara serentak. Salah satu sasaran distribusi berada di Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, menggunakan 1 truk tangki milik Kodim.
Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra mengatakan air merupakan kebutuhan dasar sehingga masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih perlu mendapat bantuan, terutama di tengah musim kemarau panjang.
“Bakti TNI AD berupa penyaluran air bersih secara serentak ini sangat tepat karena menyasar masyarakat khususnya saudara kita yang tempat tinggalnya sangat susah untuk mendapatkan air bersih dihadapkan pada musim kemarau panjang tahun ini,” ujar Farauk.
Warga Karangpatihan, Ida Ismawati, mengatakan bantuan tersebut sangat dibutuhkan karena kekeringan telah berlangsung cukup lama.
“Selama ini kami sangat kekurangan air bersih karena kemarau sangat lama kira-kira dua bulan belakangan ini benar-benar sangat membutuhkan bantuan air bersih, kami sangat berterima kasih atas bantuan bapak,” kata Ida.
Dengan bertambahnya lokasi terdampak, BPBD memastikan distribusi air bersih terus dilakukan selama kebutuhan warga masih tinggi dan sumber air di wilayah kekeringan belum kembali normal. roh
Editor : Redaksi