Fraksi Gerindra Sebut BP BUMD Jangan Cuma Kantor Birokrat, Aufa : Tugasnya Berat

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru bernama Biro Pengelolaan BUMD dan BLUD dituntut tidak cuma berkutat pada urusan rutinitas birokrasi saja. Fraksi Gerindra DPRD Jatim mengingatkan, banyak tugas berat sebagai induk perusahaan BUMD yang mayoritas masih terbelit masalah internal.

Aufa Zhafiri, Anggota Komisi C DPRD Jatim menyebut akar persoalan yang harus segera dibenahi adalah tata kelola, kinerja, produktivitas aset, serta kontribusi BUMD terhadap daerah agar tidak terus bergantung pada dukungan APBD. Kehadiran biro khusus BUMD tersebut dinilai harus benar-benar menjadi momentum membenahi tata kelola BUMD dan BLUD di Jawa Timur. Jangan sampai biro baru hanya menjadi 'menara gading' yang sibuk dengan urusan administrasi, sementara persoalan kinerja BUMD masih berulang. "Adanya BP BUMD ini menurut saya tugasnya berat, mengingat banyak BUMD yang perlu pembenahan internal dan  setoran PAD nya perlu ditingkatkan lagi,” tegas Aufa, Rabu (30/9).

POlitisi muda dari Fraksi Gerindra ini melihat keberadaan BUMD seharusnya memberikan manfaat nyata bagi daerah. Selain menjalankan fungsi pelayanan dan pengelolaan sektor strategis, BUMD juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah secara sehat dan berkelanjutan. Karena itu, Aufa mendorong Biro Pengelolaan BUMD dan BLUD segera memiliki peta kinerja yang jelas terhadap seluruh badan usaha milik Pemprov Jatim.

“Harus jelas mana BUMD yang sehat, mana yang potensial, mana yang stagnan, dan mana yang perlu diselamatkan. Jangan sampai pemerintah punya banyak aset dan badan usaha, tetapi tidak punya peta jalan yang jelas,” ujarnya.

Politisi Gerindra tersebut juga meminta pemerintah tidak lagi melihat BUMD sebatas entitas yang harus dipertahankan karena sudah berdiri. Menurutnya, setiap badan usaha harus memiliki target kinerja dan indikator keberhasilan yang terukur.

“BUMD jangan hanya hidup dari penyertaan modal atau dukungan APBD. Harus ada target yang jelas, profesional dalam pengelolaan dan memberikan nilai tambah bagi daerah,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan biro baru nantinya tidak cukup diukur dari tertibnya administrasi pemerintahan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah terjadi peningkatan kinerja BUMD, optimalisasi aset daerah, peningkatan kontribusi terhadap PAD serta perbaikan kualitas pelayanan publik melalui BLUD.

“Kalau setelah biro ini dibentuk BUMD semakin sehat, aset daerah semakin produktif, kontribusi meningkat dan pelayanan publik membaik, itu baru bisa disebut reformasi tata kelola. Jangan sampai hanya nomenklaturnya yang berubah, tetapi masalahnya tetap sama,” pungkasnya. rko

Berita Terbaru

KPK Sita 3 Ponsel dari Penggeledahan Kantor Dinas Kominfo Kota Madiun,

KPK Sita 3 Ponsel dari Penggeledahan Kantor Dinas Kominfo Kota Madiun,

Rabu, 30 Sep 2026 20:11 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 20:11 WIB

‎SURABAYAPAGI, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sita tiga unit ponsel usai melakukan penggeledahan selama sekitar lima jam di Kantor Din…

Sidang Kasus Penganiayaan Pasar Buah, Terungkap Korban di Atas Tubuh Terdakwa Saat Saksi Tiba

Sidang Kasus Penganiayaan Pasar Buah, Terungkap Korban di Atas Tubuh Terdakwa Saat Saksi Tiba

Rabu, 30 Sep 2026 17:52 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 17:52 WIB

SurabayaPagi, Pagi, - Sidang perkara penganiayaan di Pasar Buah Tanjungsari masuk babak baru di Pengadilan Negeri Surabaya 29 September 2026. Dua saksi,…

Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Jangan Hanya Pandai Akademik, Adab Nomor Satu

Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Jangan Hanya Pandai Akademik, Adab Nomor Satu

Rabu, 30 Sep 2026 17:22 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto mengingatkan para pelajar agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkuat etika, n…

Pemadaman Listrik Bergilir Marak di Sejumlah Wilayah Ponorogo, PLN Ungkap Penyebabnya

Pemadaman Listrik Bergilir Marak di Sejumlah Wilayah Ponorogo, PLN Ungkap Penyebabnya

Rabu, 30 Sep 2026 15:29 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat s…

Kasus Kantor Desa Serag, Pemkab Ponorogo Terjunkan Inspektorat

Kasus Kantor Desa Serag, Pemkab Ponorogo Terjunkan Inspektorat

Rabu, 30 Sep 2026 15:28 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Polemik pembangunan kembali Kantor Desa Serag, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (…

Gubernur Teken BP BUMD, Fraksi Golkar : Harus Diisi Pejabat Paham Bisnis

Gubernur Teken BP BUMD, Fraksi Golkar : Harus Diisi Pejabat Paham Bisnis

Rabu, 30 Sep 2026 15:27 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Terbitnya Peraturan Gubernur No 13/2026 yang didalamnya mencantumkan Biro Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) mendapat d…