Tak Cukup Penjarakan Koruptor, Kajati Jatim Perintahkan Kejari Kota Madiun Kejar Aset

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kunjungan Kajati Jatim ke Kejari kota Madiun. SP/ WAF
Kunjungan Kajati Jatim ke Kejari kota Madiun. SP/ WAF

i

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Penanganan perkara korupsi di Kota Madiun diminta tidak berhenti pada proses hukum terhadap pelaku. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun juga didorong lebih agresif menelusuri dan mengamankan aset yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi untuk memulihkan kerugian negara.
‎
‎Arahan tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Abdul Qohar, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kejari Kota Madiun, Selasa (6/10/2026) kemarin.
‎
‎Qohar menekankan pentingnya asset tracing dalam penanganan perkara tindak pidana khusus (Pidsus). Menurutnya, pemulihan kerugian negara menjadi bagian penting dalam pemberantasan korupsi.
‎
‎"Institusi ini milik kita bersama, maka kita harus menghargainya dengan rasa memiliki dan integritas tinggi dalam bekerja," tegas Abdul Qohar.
‎
‎Dalam arahannya, Qohar meminta Seksi Pidsus bersinergi dengan Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Pemulihan Aset untuk menelusuri serta menyita aset-aset Pemda maupun BUMN/BUMD yang masih dikuasai pihak lain secara ilegal.
‎
‎Selain bidang Pidsus, Kajati Jatim juga meminta jajaran intelijen Kejari Kota Madiun memperkuat fungsi deteksi dini. Pembaruan data dan perluasan jaringan informasi di lapangan dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan di wilayah Kota Madiun.
‎
‎Kunjungan kerja Kajati Jatim ini juga diisi dengan peninjauan langsung kelayakan fasilitas kerja, ruang pelayanan publik, hingga gudang penyimpanan barang bukti di Kejari Kota Madiun. Waf

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…