Uang Disalurkan ke Rekening Kantor Hukum dan Money Changer

FEBRIE ADRIANSYAH DIDAKWA CUCI UANG RP346 MILIAR

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah bersiap menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah bersiap menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, didakwa menerima uang mencapai Rp346.743.821.282 dan US$440.990. Uang ini diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencuian uang (TPPU).

PERNYATAAN tersebut dilontarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan dakwaan terhadap Febrie dalam sidang perdana Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dan TPPU di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

Jaksa menyebut uang yang diterima oleh Febri berkaitan dengan jabatannya sebagai Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung maupun sebagai Jampidsus Kejaksaan Agung. Penerimaan itu berlangsung selama periode 2020-2025.

“Bahwa terhadap penerimaan uang-uang seluruhnya berjumlah Rp346.743.821.282,00 dan US$440.990 yang diketahuinya atau patut diduga berasal dari tindak pidana korupsi tersebut, terdakwa baik bertindak sendiri-sendiri atau pun bersama-sama dengan Don Ritto alias Idon, Nurman Herin, dan Ferry Yanto Hongkiriwang dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan,” kata JPU.

Jaksa mendakwa Febrie bersama Ferry Yanto Hongkiriwang menerima uang serta saham yang diduga berasal hasil tindak pidana korupsi. Dalam kurun 2020 hingga Juli 2026, Febrie bersama Don Ritto alias Idon, Nurman Herin, dan Ferry Yanto Hongkiriwang juga didakwa menerima uang, tanah dan/atau bangunan yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi.

Dalam dakwaannya, jaksa menyebut Febrie menerima uang yang disamarkan menggunakan rekening sejumlah kantor hukum. Di antaranya Kantor Hukum Don Ritto & Rekan, Kantor Hukum Anindita, Vitto & Rekan, serta Kantor Hukum Prime Solution Associate. JPU juga menyebut penggunaan pihak-pihak atau perusahaan yang terafiliasi.

“Bahwa dalam kurun waktu antara tahun 2020 sampai Maret 2025, terdakwa bersama-sama dengan Ferry Yanto Hongkiriwang telah melakukan penerimaan uang dan saham yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana korupsi,” tegas Jaksa.

JPU mendakwa skema tersebut digunakan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul dan sumber penerimaan uang maupun kepemilikan saham, kendaraan, emas, tanah, bangunan, serta aset lainnya.

“Terdakwa memanfaatkan rekening usaha untuk mencampurkan hasil usaha dan tindak pidana diantaranya pada rekening PT DE KULINERI NUSANTARA dan KOIN Money Changer, di mana dari rekening tersebut digunakan untuk membayarkan sejumlah aset dan kepentingan pribadi terdakwa,” ungkapnya.

Aset-aset tersebut, menurut dakwaan, dibuat seolah-olah berasal dari modal usaha atau kerja sama investasi. Kepemilikan sejumlah aset juga disebut menggunakan pihak lain sehingga kepemilikan sebenarnya tidak tercermin secara formal.

Atas perbuatannya, Febrie Adriansyah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 607 ayat (1) huruf b Juncto Pasal 20 ayat (1) huruf c Juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Jk1, rc

Berita Terbaru

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik Jadi Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik Jadi Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Okt 2026 18:53 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak kemandirian…

Defisit APBD Rp53,78 Miliar, DPRD Madiun Bakal Uji Kepastian SiLPA

Defisit APBD Rp53,78 Miliar, DPRD Madiun Bakal Uji Kepastian SiLPA

Rabu, 28 Okt 2026 18:18 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:18 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – DPRD Kota Madiun bakal mencermati proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2026 yang direncanakan untuk menutup defisit APB…

Fakta Penggunaan Pasir Lumajang Campur Pasir Pasang Tepis Isu Sirtu Ayak Pembangunan Rumah Pompa Lippo

Fakta Penggunaan Pasir Lumajang Campur Pasir Pasang Tepis Isu Sirtu Ayak Pembangunan Rumah Pompa Lippo

Rabu, 28 Okt 2026 17:44 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Ibarat putri ayu, proyek pembangunan Rumah Pompa Lippo di Jalan Raya Jati sempat menjadi perhatian publik. Proyek yang digadang m…

Kakek berusia 71 tahun tewas, setelah Ditabrak Mobil Pickup

Kakek berusia 71 tahun tewas, setelah Ditabrak Mobil Pickup

Rabu, 28 Okt 2026 17:16 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 17:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Keramaian di depan TMP R.Wijaya Kota Blitar yang berhadapan dngn wisata Kuliner malam tepatnya di Jalan Sudanco Supriadi, di kejutkan…

Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha Dalam Pelaporan Data Industri, Disperindag Sidoarjo Gelar Bimtek SIINas

Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha Dalam Pelaporan Data Industri, Disperindag Sidoarjo Gelar Bimtek SIINas

Rabu, 28 Okt 2026 16:57 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Data Industri M…

Bupati Madiun Tekankan Deteksi Dini untuk Cegah Gangguan Keamanan

Bupati Madiun Tekankan Deteksi Dini untuk Cegah Gangguan Keamanan

Rabu, 28 Okt 2026 16:45 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 16:45 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Deteksi dini dan cegah dini menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi ganguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ser…