SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Salah satu strategis dalam membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung swasembada gula nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, menggenjot peningkatan produktivitas tebu melalui program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman. Salah satunya diterapkan melalui panen perdana bongkar ratoon tebu di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman.
Sehingga, adanya peningkatan produktivitas tebu diharapkan berdampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketersediaan bahan baku industri gula. “Target program bongkar ratoon atau peremajaan tebu ini bertujuan meningkatkan produksi tanaman tebu. Lahan satu hektare tebu semula menghasilkan 60 ton bisa naik menjadi 90 ton hingga 120 ton,” jelas Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Kamis (08/10/2026).
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Tulungagung, luas tanaman tebu pada musim giling 2025 mencapai 3.862 hektare dengan total produksi 369.979 ton tebu basah. Sementara pada musim giling 2026, luas tanaman tebu meningkat menjadi 4.069 hektare.
Adapun program bongkar ratoon yang sebelumnya mencakup 151,48 hektare diperluas menjadi 207,3 hektare. Karenanya, pemerintah daerah akan terus mendorong program peningkatan produktivitas tanaman tebu agar memberikan manfaat bagi petani. “Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani tebu,” ujarnya.
Di sisi lain, kondisi El Nino berdampak terhadap berat tebu yang dihasilkan. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menurunkan kualitas tebu karena tingkat rendemen justru mengalami peningkatan, yang menunjukkan kualitas tebu yang dihasilkan tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang memengaruhi kuantitas produksi.
Sehingga, program bongkar ratoon diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menjaga produktivitas tanaman tebu sekaligus memperkuat dukungan terhadap petani dan kebutuhan bahan baku industri gula di Tulungagung. tl-01/dsy
Editor : Redaksi