Permudah Pengurusan Dokumen Bayi, Surabaya Luncurkan Inovasi ‘Bunda Jelita’

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Layanan Kependudukan dan Kesehatan (Bunda Jelita), Surabaya. SP/ Pemkot Surabaya
Layanan Kependudukan dan Kesehatan (Bunda Jelita), Surabaya. SP/ Pemkot Surabaya

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui inovasi Bersama Urus Kelahiran dan Identitas Anak - Jejaring Lintas Layanan Kependudukan dan Kesehatan (Bunda Jelita), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surabaya berkomitmen dalam mempermudah pengurusan dokumen anak dapat dimulai sejak masa kehamilan. Sehingga, lebih praktis tanpa harus bolak-balik mendatangi kantor kelurahan maupun instansi lain.

Pasalnya, sebelumnya orang tua membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari untuk mengurus akta kelahiran karena pelayanan kesehatan dan administrasi kependudukan belum terintegrasi. Sehingga, dengan adanya inovasi Bunda Jelita tersebut dapat memberikan kemudahan bagi keluarga setelah persalinan. 

“Dengan Bunda Jelita, orang tua kini tidak perlu khawatir mengurus dokumen secara terpisah. Setelah bayi lahir, mereka bisa pulang dengan membawa akta kelahiran. Kami berharap inovasi ini terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh seluruh fasilitas kesehatan di Surabaya,” jelas Direktur RS Korpri Pura Raharja, dr. Makhyan Jibril, Rabu (14/10/2026).

Kemudahan memperoleh dokumen identitas bayi penting bagi keluarga karena akta kelahiran menjadi salah satu dokumen yang diperlukan dalam pengurusan administrasi lanjutan, termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan bagi bayi. 

Terpisah, Kepala Disdukcapil Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan Bunda Jelita dirancang bukan sekadar untuk mempercepat penerbitan dokumen setelah bayi lahir, melainkan membangun pendampingan keluarga sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan. Inovasi ini menghubungkan layanan kesehatan, pendampingan keluarga, dan administrasi kependudukan dalam satu jejaring pelayanan.

“Bunda Jelita merupakan inovasi yang mengintegrasikan pendampingan keluarga, layanan kesehatan, dan administrasi kependudukan. Persiapannya dimulai sejak ibu memasuki masa kehamilan, sehingga keluarga tidak perlu menunggu bayi lahir untuk mulai mengurus kelengkapan administrasinya,” kata Irvan.

Saat ini, jejaring Bunda Jelita melibatkan 66 rumah sakit, 136 praktik mandiri bidan, dan 63 puskesmas di Surabaya. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan Disdukcapil. sb-01/dsy

Berita Terbaru

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil impresif dengan menaklukkan Persijap Jepara 2-0 dalam pertandingan J League 2026 yang berlangsung di S…

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Semangat dan optimisme mewarnai pemberangkatan Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Lamongan ke-XV Tahun…

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) senilai Rp21,43 miliar yang dilayangkan PT Java Fortis Corporindo terhadap mantan d…

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo– Seorang admin media sosial di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman …

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk mencapai hasil yang maksimal di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara menyeluruh berhasil, diperlukan inovasi…

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah mulai memperketat pengawasan kendaraan dan barang yang diangkut melalui jalur laut. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, d…