SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai bentuk pengawasan dan pendampingan kepada pelaku usaha pedagang kaki lima (PKL) di Kota Surabaya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya memberikan pembinaan keamanan pangan kepada 110 PKL tersebut yang berasal dari 3 lokasi Sentra Kuliner, yaitu Srikana Food Walk, SWK Dharmawangsa, dan Pasar Karah.
"Dalam kegiatan yang bertajuk Jawa Timur Trusted Cullinary (Jatim Truly) ini, BBPOM melakukan upaya pembinaan keamanan pangan terhadap PKL dengan menitikberatkan pada bahaya penyalahgunaan bahan kimia seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow, yang masih sering ditemukan di pasaran," ujar Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi, Rabu (14/10/2026).
Pihaknya juga melakukan demo pengujian cepat produk pangan agar masyarakat lebih waspada terhadap penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan serta melakukan stikerisasi pada lapak pedagang yang telah mendapatkan pembinaan, serta mendorong pedagang supaya menyediakan pangan yang aman dan masyarakat lebih cermat dalam memilih makanan.
"Edukasi ini merupakan langkah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pangan. Dengan terjaminnya keamanan pangan, PKL yang terlibat dalam Jatim Truly ini bisa naik kelas dan menjadi jujukan utama wisata kuliner di Kota Surabaya," tuturnya.
Pihaknya juga juga mengajak generasi muda yang tergabung dalam SAKA POM untuk turut berperan aktif membantu edukasi keamanan pangan kepada pedagang dan melakukan pemantauan di lapak PKL bersama petugas BBPOM di Surabaya. "Keterlibatan ini mendukung peningkatan kepedulian terhadap keamanan pangan sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam pengawasan pangan di masyarakat," ungkapnya. sb-04/dsy
Editor : Redaksi