Don Ritto Protes Dakwaan JPU

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tim kuasa hukum tersangka TPPU Don Ritto, Dasril Affandi (kanan) dan Firman Wijaya (kiri).
Tim kuasa hukum tersangka TPPU Don Ritto, Dasril Affandi (kanan) dan Firman Wijaya (kiri).

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Tim kuasa hukum tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) Don Ritto memprotes dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU). Sebab, pasal yang digunakan seharusnya menyasar pegawai negeri atau penyelenggara negara, bukan pihak swasta maupun advokat.

“Terhadap Don Ritto itu dakwaannya adalah TPPU. Berarti TPPU ini adalah akibat dari sebuah tindak pidana asal. Tindak pidana asal yang didakwakan kepada Don Ritto ini sebagai apa? Apakah sebagai advokat yang menerima fee dari kliennya? Atau sebagai pengusaha yang menerima pembayaran dari kontrak kerja? Itu menjadi bias,” ujar kuasa hukum Don Ritto, Dasril Affandi, di PN Tipikor Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Dasril menyoroti tindak pidana asal yang disangkakan, yaitu Pasal 12E tentang pemerasan dan Pasal 12B tentang gratifikasi UU Tipikor. Kedua pasal itu secara spesifik menyasar pegawai negeri atau pejabat negara.

“Pasal 12E atau 12B itu kan terhadap pegawai negeri atau pejabat negara atau penyelenggara negara. Bukan kepada seorang swasta maupun advokat,” jelas Dasril.

Dasril menilai dakwaan TPPU terhadap Don Ritto tidak memiliki keterkaitan dengan statusnya sebagai advokat maupun swasta. Ketiadaan causal verband itu membuat dakwaan dinilai cacat.

“Hal yang tidak nyambung atau tidak ada link-nya, causal verband-nya tidak ada dengan personifikasi Pak Don Ritto sebagai seorang advokat maupun sebagai seorang swasta. Kok tiba-tiba muncul dakwaan TPPU?” tegas Dasril.

Kuasa hukum lainnya, Firman Wijaya, menyoroti pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Don Ritto memiliki hak imunitas dalam menjalankan profesinya.

“Tugas profesi advokat itu ada hak imunitasnya. Yang kami sesalkan, sekian panjang perjalanan penanganan kasus yang ditujukan pada Pak Don Ritto sama sekali tidak ada pengaduan kepada institusi organisasinya,” ujar Firman.

Firman menegaskan seharusnya ada pengaduan ke organisasi profesi advokat sebelum proses pidana dijalankan. Prinsip official channel only dan arm’s length principle dinilai tidak diterapkan.

“Prinsip official channel only. Berdasarkan prinsip arm’s length principle, mestinya ada immunity terhadap tugas-tugas profesi. Kami mempertanyakan kenapa tidak diperiksa, diadukan dulu ke organisasi profesinya?” jelas Firman.

Firman juga menyoroti tidak adanya jejak aliran dana atau money trail yang terperinci dalam dakwaan. Menurut Firman, rangkaian uang haram itu harus terlihat jelas, baik waktu, momentum, maupun peristiwanya.

“Kalau dakwaannya TPPU, maka predicate crime-nya, yang saya sebut sebagai money trail-nya, itu harus terlihat. Ini sama sekali tidak tergambar, bahkan menurut kita itu gelondongan begitu saja,” ujar Firman. Jk2,rc

Berita Terbaru

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil impresif dengan menaklukkan Persijap Jepara 2-0 dalam pertandingan J League 2026 yang berlangsung di S…

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Semangat dan optimisme mewarnai pemberangkatan Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Lamongan ke-XV Tahun…

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) senilai Rp21,43 miliar yang dilayangkan PT Java Fortis Corporindo terhadap mantan d…

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo– Seorang admin media sosial di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman …

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk mencapai hasil yang maksimal di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara menyeluruh berhasil, diperlukan inovasi…

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah mulai memperketat pengawasan kendaraan dan barang yang diangkut melalui jalur laut. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, d…