Kejaksaan Didesak Telusuri Uang Anggota KPRI Sejahtera Jombang yang Capai Miliaran

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi pencucian uang.
Ilustrasi pencucian uang.

i

SURABAYA PAGI, Jombang- Aktivis dari LSM ALMAS Independen, Arifin mengungkapkan kejanggalan dalam kasus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera Jombang.

Menurut Arifin, yang menjadi pertanyaan, bagaimana koperasi di level daerah, bisa mengelola keuangan hingga ratusan miliar rupiah. Apalagi para anggota, dalam hal ini nasabah yang menyimpan uangnya di sana berprofesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara  (ASN).

Dan berdasarkan data yang dimiliki wartawan, beberapa anggota yang menyimpan uangnya di sana memiliki saldo mencapai miliaran rupiah. Dari Rp 1 miliar hingga lebih dari Rp 3 Miliar per orang. Jumlah uang yang relatif  besar untuk ukuran simpanan di koperasi daerah yang anggotanya mayoritas ASN.

"Kami sebagai masyarakat sipil, boleh dong curiga dari mana para PNS itu punya uang miliaran dan disimpan di hanya sebuah koperasi di daerah (Jombang). Ada apa?," kata Arifin, Jumat (14/8/2026) lalu.

Aktivis yang malang melintang dalam dunia politik dan hukum di Jawa Timur ini menegaskan, dengan banyaknya rekening mencapai miliaran per orang itu, patut diduga ada usaha pencucian uang di sana.

"Bisa jadi, diduga para ASN itu menyimpan uang yang memang dari hasil nggak benar. Makanya disimpan di koperasi kecil, bukan di bank-bank nasional," tegas Arifin lagi.

Untuk itu, jika memang Kejari Jombang melakukan penyelidikan dalam kasus ini, maka harus menyeluruh. Apalagi kalau arahnya ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan dugaan korupsi. 

"Kalau mau adil dan serius, itu para ASN yang saldonya miliaran di KPRI Sejahtera Jombang juga harus diusut Kejaksaan. Dari mana mereka memperoleh dan punya uang sebanyak itu yang mereka simpan di koperasi?," tegas Arifin.

Terkait TPPU ini, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel),  I Made Deady Permana Putra, S.H, saat dikonfirmasi, hingga berita ini dipublish, belum memberikan jawaban.

Sementara, Manajer Operasional KPRI Jombang, Suyud pasca dirinya dipanggil Kejari, hanya menjawab normatif.

"Pertanyaan dari Kejari,  masalah umum tentang organisasi dan usaha. Untuk penyelesaian internal, kami masih nunggu Rapat Pengurus," jawab Suyud melalui Whatsapp, Minggu (16/8/2026).

Diketahui, Penyelidikan kasus KPRI Sejahtera Jombang oleh Kejari Jombang terus bergulir.

Dalam kasus ini, uang anggota yang disebut-sebut mencapai Rp 124 miliar diduga telah dialihkan menjadi aset tanah kavling.rif

Berita Terbaru

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…

Dukung Kebijakan Ning Ita, Plt Camat Kranggan Siap Aktifkan Siskamling dan Poskamling

Dukung Kebijakan Ning Ita, Plt Camat Kranggan Siap Aktifkan Siskamling dan Poskamling

Jumat, 11 Sep 2026 10:21 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 10:21 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Perangkat RT/RW seluruh Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto diimbau untuk mendukung pengaktifan sistem keamanan lingkungan …