Terancam Gagal Panen, Petani Padi dan Jagung di Magetan Diserang Hama Tikus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jumiran, petani di Desa Sukowinangun, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan memperlihatkan tanaman padi miliknya yang diserang tikus. SP/MGT
Jumiran, petani di Desa Sukowinangun, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan memperlihatkan tanaman padi miliknya yang diserang tikus. SP/MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Hama tikus selalu menghantui dan menyerang sejumlah petani padi dan jagung di Desa Sukowinangun, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Bahkan, akibat hama tikus tersebut kini, petani setempat terancam gagal panen. Sehingga petani harus bersusah payah memanen sisa tanaman yang masih bisa diselamatkan.

Salah satunya dialami Jumiran, petani di Desa Sukowinangun, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Dari lahan seluas sekitar 1/4 hektar yang digarapnya, sebagian besar tanaman rusak akibat serangan hama tikus. Pada kondisi normal, lahan tersebut bisa menghasilkan sekitar dua ton hasil panen. Namun, serangan tikus membuat hasil panennya diperkirakan hanya tersisa seperempat dari kondisi normal.

"Biasanya kalau normal bisa sampai dua ton. Kalau seperti ini, mungkin tinggal seperempatnya saja,” ujar Jumiran, Kamis (22/10/2026).

Menurut Jumiran, serangan kali ini jauh lebih parah dibandingkan kejadian pada musim-musim sebelumnya. Dia memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp 10 juta. Apalagi, lahan yang digarapnya merupakan sawah sewaan sehingga dia tetap harus memperhitungkan biaya yang telah dikeluarkan.  "Ya, rugi. Mungkin kerugiannya bisa sampai Rp 10 jutaan. Saya belum lapor dinas pertanian,” katanya.

Serangan hama tikus juga meresahkan petani jagung di Desa Turi, Kabupaten Magetan. Perangkat Desa Turi, Suprianto, mengatakan bahwa serangan yang terjadi dalam dua bulan terakhir telah merusak sekitar 40 persen lahan jagung dari total area sekitar 30 hektar. Hama tikus memakan bagian ujung hingga bonggol jagung sehingga tanaman rusak parah tidak dapat dipanen. Sedangkan tanaman yang masih bertahan berpotensi mengalami penurunan hasil. "Sarangnya itu di lubang-lubang galengan atau pematang sawah. Sudah diracun sama petani, tetapi tidak efektif karena sendiri-sendiri,” ungkap Suprianto.

Padahal, harga jual jagung saat ini sedang bagus bagusnya di kisaran Rp 7.000. Petani berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan pengendalian hama tikus secara serentak. Langkah tersebut dinilai penting agar kerusakan tidak semakin meluas dan mengancam hasil panen pada musim tanam berikutnya. mg-01/dsy

Berita Terbaru

PCNU Lamongan Gelar Upacara HSN, Luncurkan Buku Aswaja, Apresiasi 21 Penulis Warisan Budaya hingga Launching GISNU

PCNU Lamongan Gelar Upacara HSN, Luncurkan Buku Aswaja, Apresiasi 21 Penulis Warisan Budaya hingga Launching GISNU

Kamis, 22 Okt 2026 17:56 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan yang diikuti oleh Lembaga hingga Banom menggelar upacara peringatan Hari Santri N…

Maidi Divonis 5 tahun Penjara dan Uang Pengganti 6 Miliar

Maidi Divonis 5 tahun Penjara dan Uang Pengganti 6 Miliar

Kamis, 22 Okt 2026 17:29 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Majelis Hakim memvonis Maidi dengan pidana 5 tahun penjara dalam sidang putusan di pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis…

Pemkot Minta Warga Berhenti Sebar Identitas ABH Perundungan Anak Disabilitas yang Viral di Surabaya

Pemkot Minta Warga Berhenti Sebar Identitas ABH Perundungan Anak Disabilitas yang Viral di Surabaya

Kamis, 22 Okt 2026 15:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta masyarakat berhenti menyebarkan identitas anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dalam…

30 Kios di Pasar Cukir Jombang Ludes Terbakar, Kerugian Capai Miliaran

30 Kios di Pasar Cukir Jombang Ludes Terbakar, Kerugian Capai Miliaran

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pasar Cukir, Kabupaten Jombang, alami kebakaran hebat hingga melahap sebanyak 30 kios pedagang dilaporkan hangus. Bahkan, kerugian…

Pemkot Malang Tanam 4.000 Bibit Cabai di Merjosari Guna Tekan Inflasi

Pemkot Malang Tanam 4.000 Bibit Cabai di Merjosari Guna Tekan Inflasi

Kamis, 22 Okt 2026 14:49 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Guna menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah menjelang akhir tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot)…