Kasus Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Polisi Dalami Kronologi 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di salah satu lokasi yang diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun. Polisi masih mendalami rangkaian kejad
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di salah satu lokasi yang diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun. Polisi masih mendalami rangkaian kejad

i


‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Polisi lakukan pendalaman terkait dugaan pembunuhan disertai dengan mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya AGF(4), di Kota Madiun. Pada Senin (26/10/2026) petugas melakukan olah tempat kejadian perkara di sejumlah lokasi, diantaranya sebuah rumah di jl Doho gang tentrem serta Rumah di jalan Kunir Kawasan Ngegong. 

‎Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan orang hilang yang diterima kepolisian pada 5 Oktober 2026. Laporan tersebut disampaikan oleh Khansa, adik korban, serta Budi Bagus Martono (40) yang disebut sebagai suami korban.
‎
‎Berbekal laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dengan menelusuri lokasi-lokasi yang diduga berkaitan dengan hilangnya korban, termasuk sejumlah titik yang dicurigai menjadi tempat pembuangan barang bukti.
‎
‎“Dari hasil penyelidikan ada indikasi terkait dengan terduga pelaku. Saat ini pelaku sudah diamankan dan berada di Polda untuk pendalaman serta pengembangan penyidikan,” ujar Rizki, Senin (26/10/2026).
‎
‎Berdasarkan informasi kronologi yang dihimpun, rangkaian peristiwa diduga bermula pada 19 September 2026. Dini disebut dijemput dari tempat kosnya di Ponorogo sebelum keberadaannya terekam kamera pengawas atau CCTV di Hotel Mataram.
‎
‎Pada 20 September 2026, korban diduga keluar dari hotel tersebut. Di lokasi inilah Dini disebut menjadi korban pembunuhan. Namun, polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan secara utuh peristiwa yang menewaskan ibu dan anak tersebut.
‎
‎Pada hari yang sama, pelaku diduga membawa anak korban ke sebuah rumah di kawasan Gang Tentrem, RT 24/RW 7, Jl Doho, Kota Madiun. Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak korban diduga dibunuh dengan dicekik di dalam mobil Suzuki Karimun.
‎
‎Perjalanan kemudian berlanjut ke Jalan Kunir Nomor 13. Sementara itu, pada rentang 21–22 September 2025, kedua korban diduga mengalami upaya pembakaran untuk menghilangkan jejak.
‎
‎Informasi lain menyebutkan, mesin pencacah rumput yang diduga digunakan untuk penanganan jasad korban tiba dari Gresik pada 23 September 2025 setelah dibeli secara daring.
‎
‎Dalam rangkaian dugaan tindak pidana tersebut, jasad korban disebut dibakar, dicacah, dibakar dan dibuang ke aliran Bengawan Solo. Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan detail tindakan pelaku, lokasi kejadian, serta barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.
‎
‎Rizki membenarkan bahwa kasus ini melibatkan dua korban, yakni ibu dan anak, yang berada di dua lokasi berbeda. Ia menyebut penyidik masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyusun rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
‎
‎“Sadis, dan itu menggunakan beberapa alat sampai ada pembakaran,” ungkapnya.
‎
‎Rizki menjelaskan, penanganan perkara dilakukan melalui penyelidikan bersama tim Polda Jawa Timur . Langkah tersebut dilakukan untuk memperdalam dugaan tindak pidana sekaligus mengungkap secara utuh peran pelaku dan rangkaian kejadian.
‎
‎Menurutnya, penyidik belum dapat menyampaikan seluruh detail perkara karena masih menunggu hasil olah TKP dan pemeriksaan barang bukti.
‎
‎“Untuk perkara ini kita melaksanakan joint investigation bersama-sama dengan tim Polda,” jelasnya.
‎
‎Terkait motif pembunuhan, Rizki mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman. Polisi belum menyampaikan secara resmi alasan di balik dugaan pembunuhan terhadap Dini dan anaknya tersebut.
‎
‎“Untuk motif saat ini masih digali. Mohon waktu, saat ini masih dalam pengembangan,” tegasnya.
‎
‎Ia menambahkan, hasil olah TKP dan pemeriksaan barang bukti menjadi bagian penting untuk merangkai seluruh kejadian, mengingat terdapat dua korban dan sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
‎
‎Terduga pelaku sendiri disebut telah diamankan tim gabungan di Jombang pada 25 Oktober 2026. Saat ini, penyidik masih mengembangkan perkara untuk mengungkap secara lengkap kronologi, motif, serta cara pelaku diduga menghilangkan jejak kedua korban.
‎
‎“Untuk saat ini saya jawab masih belum bisa. Kita tunggu hasil olah TKP dan barang bukti lengkap, baru kita bisa merangkai satu kejadian yang utuh,” pungkas Rizki.
‎
Hingga saat ini polisi masih melakukan olah TKP untuk mengungkap kronologi secara lengkap.

Tag :

Berita Terbaru

Dakwah Lewat Pupuk, Muhammadiyah Gandeng Petrokimia Gresik

Dakwah Lewat Pupuk, Muhammadiyah Gandeng Petrokimia Gresik

Senin, 26 Okt 2026 14:26 WIB

Senin, 26 Okt 2026 14:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Muhammadiyah terus memperluas medan dakwahnya. Tak hanya melalui pendidikan, kesehatan maupun kegiatan sosial-keagamaan, organisasi I…

Bupati Gresik: ASLINMAS Harus Hadir Saat Warga Kesulitan

Bupati Gresik: ASLINMAS Harus Hadir Saat Warga Kesulitan

Senin, 26 Okt 2026 14:24 WIB

Senin, 26 Okt 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI. com, Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) tidak hanya berfokus pada pengamanan l…

Kapolres Blitar Turun Langsung Pantau Pelayanan Lalu Lintas 

Kapolres Blitar Turun Langsung Pantau Pelayanan Lalu Lintas 

Senin, 26 Okt 2026 12:35 WIB

Senin, 26 Okt 2026 12:35 WIB

SURABAYA PAGI. Com, Blitar- Kapolres Blitar AKBP Ardhy Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H. hari ini Senen 26 Oktober 2026 turun langsung memantau…

Kantor Imigrasi Blitar Hadirkan Pelayanan Pasporia

Kantor Imigrasi Blitar Hadirkan Pelayanan Pasporia

Senin, 26 Okt 2026 12:33 WIB

Senin, 26 Okt 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Kembali lagi Kantor Imigrasi Blitar terus melakukan upaya pelayanan keimigrasian kepada masyarakat melalui  PASPORIA (Paspor Ceria). …

Suami Siri Dini Ditangkap, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Suami Siri Dini Ditangkap, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Senin, 26 Okt 2026 10:06 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:06 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Polisi menangkap DBM alias Bagus, terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di…