Rupiah Terus Tertekan Fundamental Ekonomi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan hingga menembus level Rp 18.100 per dollar Amerika Serikat (AS).

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai ketahanan fundamental ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp 18.142 per dollar AS pada perdagangan Selasa (27/10/2026).

Posisi tersebut melemah 7 poin atau sekitar 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 18.135 per dollar AS.

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pelemahan rupiah hingga menembus level Rp 18.100 per dollar AS belum dapat langsung diartikan sebagai indikasi krisis fundamental ekonomi Indonesia.

Namun, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa ketahanan eksternal Indonesia sedang menghadapi tekanan yang semakin berat.

“Jadi, level Rp18.100 belum dapat disimpulkan sebagai indikasi krisis fundamental, tetapi menjadi sinyal bahwa ketahanan eksternal Indonesia sedang menghadapi pengujian yang semakin berat,” kata Josua, Selasa (27/10/2026).

Menurut Josua, salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah proyeksi defisit transaksi berjalan Indonesia. Bank Indonesia (BI) telah merevisi proyeksi defisit transaksi berjalan 2026 menjadi 1,6–2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih lebar dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 0,5–1,3 persen.

“Artinya, kebutuhan pembiayaan eksternal meningkat ketika kondisi pendanaan global justru semakin ketat,” ucapnya.

Meski demikian, Josua menegaskan Indonesia masih memiliki sejumlah penyangga ekonomi.

Cadangan devisa tercatat sebesar 146,3 miliar dollar AS pada September 2026, setara dengan 5,3 bulan impor.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada di kisaran 5 persen.

“Arus modal asing juga tidak seluruhnya keluar karena instrumen SBN dan SRBI masih mencatatkan aliran masuk, meskipun pasar saham mengalami tekanan,” tuturnya.

Menurut Josua, tekanan terhadap rupiah saat ini bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal. Pelemahan mata uang Garuda merupakan dampak dari kombinasi guncangan eksternal dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko pasar keuangan domestik.

“Akibatnya, rupiah menjadi lebih sensitif terhadap perubahan sentimen, bahkan ketika belum terdapat perubahan fundamental ekonomi yang besar dalam satu hari perdagangan,” katanya.

Sejumlah faktor yang memengaruhi antara lain ekspektasi kebijakan suku bunga AS yang tetap ketat, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta meningkatnya risiko geopolitik.

Tekanan tersebut juga tercermin dari kombinasi meningkatnya ketegangan geopolitik yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia.

Langkah BI Jaga Rupiah

Untuk meredam tekanan terhadap rupiah, Josua menilai Bank Indonesia (BI) perlu menjaga stabilitas nilai tukar secara terukur. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi intervensi di pasar spot, transaksi lindung nilai domestik, serta pasar valuta asing luar negeri.

“Menurut saya, prioritas Bank Indonesia adalah menjaga stabilitas Rupiah secara terukur melalui optimalisasi intervensi di pasar spot, transaksi lindung nilai domestik, dan pasar valuta asing luar negeri,” urainya.

Selain itu, BI juga perlu mempertahankan daya tarik aset keuangan berbasis rupiah agar tetap menarik bagi investor.

Menurut Josua, keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen, menaikkan suku bunga fasilitas simpanan menjadi 5,00 persen, serta memperkuat insentif lindung nilai merupakan langkah yang relevan untuk meredam tekanan nilai tukar.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas rupiah tanpa harus langsung memperketat likuiditas secara berlebihan.

«Namun, apabila tekanan Rupiah semakin persisten dan mulai mengganggu ekspektasi i n f l a s i , B a n k I n d o n e s i a perlu tetap membuka ruang penyesuaian kebijakan yang proporsional,» tuturnya.

Sementara itu, dari sisi pemerintah, Josua menilai terdapat sejumlah langkah yang perlu diprioritaskan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Apakah Keputusan BI Tahan Suku Bunga Sudah Tepat? Langkah tersebut mencakup menjaga kredibilitas fiskal, mempercepat reformasi tata kelola pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor, meningkatkan penerimaan devisa ekspor, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

“Untuk sisa 2026, saya memperkirakan Rupiah bergerak dalam kisaran dasar Rp 17.900–Rp 18.400 per dolar AS, dengan kecenderungan berada sekitar Rp 18.000–Rp 18.300 pada akhir tahun, apabila ketegangan geopolitik tidak memburuk dan aliran modal asing mulai stabil,” pungkasnya. jk.lpr

Berita Terbaru

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Wirawan disebut sempat dijemput oleh Polda Jatim di kediamannya pada 19 Oktober 2026…

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Erica Natasha Risakotta diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas perkara kecelakaan beruntun yang menewaskan Rachmad P…

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra…

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

SURABAYAPAGI.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan format laporan keuangan digital guna memudahkan pengurus BUMDes di D…

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan daya saing produk fesyen Indonesia melalui integrasi i…

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi

Rabu, 28 Okt 2026 01:54 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:54 WIB

SURABAYAPAGI.com – Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus mempererat sinergi antar-BUMN untuk menyokong program Koperasi D…