SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam mengatasi potensi banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat normalisasi ruang Sungai Kalianak melalui pembongkaran bangunan yang berada di sepanjang aliran sungai yang saat ini telah memasuki Tahap IV.
Pembongkaran Tahap IV ini mencakup dua sisi wilayah, yakni Krembangan dan Asemrowo, dengan panjang penanganan mencapai sekitar 790 meter. Sedangkan untuk proses pembongkaran di wilayah Kecamatan Krembangan dan Asemrowo ditargetkan rampung pada akhir November 2026.
Tahapan sosialisasi, penandaan bangunan, hingga penyampaian surat peringatan pertama (SP1), kedua (SP2), dan ketiga (SP3) telah dilakukan sebelum pembongkaran berlangsung. Dan saat ini, progres pembongkaran di sisi Krembangan telah mencapai sekitar 50 persen. Sementara, pembongkaran di sisi Asemrowo telah mencapai sekitar 30 persen. Pemkot Surabaya telah melakukan pembongkaran di kawasan tersebut selama hampir dua pekan.
"Yang di sisi Krembangan itu sudah hampir 50 persen. Dari lima RT, kita sudah 2,5 RT yang Krembangan, tinggal 2,5 RT lagi. Yang sisi Asemrowo ini masih sekitar 30 persen, kurang lebih hampir dua minggu kita lakukan pembongkaran," jelas Kepala Bidang Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, Selasa (03/11/2026).
Selain pembongkaran bangunan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan penguatan konektivitas saluran air di ujung kawasan Kalianak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan aliran air menuju Bozem Morokrembangan untuk mengatasi potensi banjir, lantaran aliran air dari kawasan tersebut terhubung dengan sejumlah titik penampungan dan saluran, mulai dari Bozem Morokrembangan hingga Tanjungsari.
"Karena kan Kalianak ini masuk dalam sistem pengendalian banjirnya Kota Surabaya. Dia (alirannya) lari ke mana-mana, Morokrembangan sampai Tanjungsari," pungkasnya. sb-05/dsy
Editor : Redaksi