SURABAYAPAGI.com - LG Mobile Communication Indonesia mulai memasarkan smartphone andalan baru mereka, LG Q6, untuk pasar Jatim. Produk yang baru dikenalkan pada akhir Agustus 2017 lalu tersebut, diharapkan bisa menjadi pendongkrak penjualan smartphone LG di Jatim.
"LG Q6 akan menjadi pendorong penjualan kami karena dengan segala keunggulannya serta rentang harga yang ditawarkan. Kami yakin produk ini bisa bersaing di pasar smartphone menengah untuk global brand," ujar Retail Operation Head Mobile Communication LG Electronic Indonesia, Andrew.
Andrew optimis, produk yang dibanderol Rp 3,199 juta ini bisa mendongkrak penjualan smartphone LG di Indonesia hingga 40%. Optimisme tersebut dikarenakan inilah produk pertama LG yang dijual di rentang harga Rp 3 jutaan.
"Sebelumnya kami belum mempunyai produk di rentang harga ini, dan rentang harga ini merupakan yang paling berkembang di Indonesia saat ini," katanya.
LG Q6 sendiri dibekali fitur dan spesifikasi mumpuni. Salah satu senjata utamanya adalah layarnya yang berbentang 5,5 inchi, memiliki aspek rasio 18:9 namun dengan bezel tipis. Dimensi layar ini diklaim nyaman dioperasikan meskipun dengan satu tangan. Layar ini mempunyai resolusi Full HD+ dengan 2160 x 1080 piksel dan kepadatan layar 442 ppi.
Smartphone ber-OS Android Nougat ini dipersenjatai prosessor Qualcomm MSM8940 Snapdragon 435 dengan RAM 3GB dan ROM 32 GB. LG juga sedang menyiapkan varian dengan RAM 4GB dan ROM 64 GB yang akan dirilis akhir bulan ini dengan banderol Rp 3,699 juta.
LG Q6 dibekali beberapa fitur unik seperti face unlock untuk membuka layar dengan pengenal wajah. Bodi smartphone ini juga dibuat dengan bahan premium yakni alumunium seri 7000 yang bayak digunakan dalam industri pesawat terbang.
Andrew menargetkan bisa menjual sedikitnya 10 ribu unit LG Q6 dimana 1.500 diantaranya didistribusikan untuk pasar Jatim. Regional Area Head Jatim Bali Nusra, LG Mobile Communications Indonesia, Josafat Bambang, menambahkan, untuk area Jatim, Bali dan Nusa Tenggara pihaknya akan memfokuskan pemasaran ke kota-kota besar seperti Surabaya, Malang dan Denpasar.
“Saat ini kami kehabisan stok karena permintaannya sangat tinggi. Kombinasi spesifikasi, fitur dan harga produk ini sangat menarik bagi konsumen di Surabaya dan Jatim pada umumnya,” tutur Josafat. bis
Editor : Redaksi