Demokrat Cari Tokoh Selain Gus Ipul

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat yang membuka kembali pendaftaran calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) hingga 30 September 2017, mengundang tanya. Pasalnya, sudah ada lima tokoh yang sudah mendaftar ke DPD Partai Demokrat Jatim. Diantaranya, Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan anggota DPR RI dari Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf. Beredar kabar, jika Demokrat sedang mencari tokoh lain selain Gus Ipul. Benarkah? Seperti diketahui, pada masa pendaftaran yang dibuka Demokrat Jatim, selain Gus Ipul dan Nurhayati, ada tokoh lain yang punya nama. Yakni, Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti dan Kepala Inspektorat Jatim Nurwiyatno. Sedang satunya, seorang perwira polisi bernama Kombes Pol Syafi'in asal Jombang. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur Agus Dono Wibawanto mengatakan perpanjangan masa pendaftaran Cagub dan Cawagub itu dilakukan DPP Partai Demokrat. Menurutnya, dasar dari munculnya instruksi pembukaan itu bisa karena beberapa hal. Namun, keputusan tersebut memang mutlak menjadi kewenangan DPP Partai Demokrat. “Ya mungkin, bisa jadi Jakarta (DPP Partai Demokrat) menginginkan adanya figur-figur lainnya. Bisa juga, Jakarta menginginkan tokoh yang elektabilitas dan popularitasnya lebih baik dari yang sekarang. Kan lebih banyak ini bisa berarti lebih baik,” papar Agus Dono dikonfirmasi Surabaya Pagi, Minggu (24/9/2017). Di sisi lain, Gus Ipul yang sudah dipastikan diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kini masih menunggu keputusan Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Ini terkait kepastian koalisi pada Pilgub Jatim 2018, untuk sama-sama mengusung Gus Ipul sebagai Cagub. Sedang jatah Cawagub diberikan PDIP. Menanggapi langkah Partai Demokrat menghadapi itu, pengamat politik asal Unair Irfan Wahyudi menilai partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut hingga saat ini masih mencari sosok alternatif. Sementara itu, di sisi lain Irfan memandang bahwa Partai Demokrat tidak akan mengusung calon yang diusung PDIP. “Demokrat ini tidak akan mau ikut arus utama. Apalagi, mereka ini butuh modal yang lumayan kuat untuk 2019 nanti (Pemilu 2019). Dan juga, karena histori, PDIP dan Partai Demokrat tidak mungkin mengusung calon yang sama. Keduanya ini sedang pada fase saling tunggu. Ini saya rasa juga berlaku untuk Jabar dan Jateng,” jelas Irfan. Senada, pengamat politik senior asal Unair Suko Widodo memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda. Hanya saja, menurut Suko, masa perpanjangan waktu tersebut diambil karena sesungguhnya Partai Demokrat sedang menunggu tokoh tertentu untuk secara resmi melakukan pendaftaran. “Bisa jadi, ini menunggu Bu Khofifah. Yang ditunggu kan ini biasanya adalah mereka yang dianggap bisa memenangkan Partai Demokrat,” jelas Sukowi, sapaan akrabnya. PKB Optimistis Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar optimistis partainya akan berkoalisi dengan PDIP pada Pilgub Jatim 2018. "Cagubnya dari PKB (Gus Ipul, red), wakilnya dari PDI Perjuangan, atau menunggu hasil rembukan dengan partai pendukung lainnya," ujar Muhaimin di sela-sela peluncuran bukunya berjudul ‘Intoleransi’ di Graha Gus Dur DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu (24/9). Sedang Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto yang hadir dalam acara itu mengungkapkan soal dukungan PDIP terhadap Gus Ipul, nantinya akan diputuskan oleh Megawati. "Untuk Pilgub Jatim, PDIP tentu akan menghormati arahan dari ulama NU. Siapa orangnya, akan diumumkan sendiri oleh Ketua Umum (Megawati Soekarno Putri), dalam waktu dekat ini," ungkap Hasto. Sebelumnya, PKB menyebut koalisi dengan PDIP untuk mengusung Gus Ipul sebagai calon gubernur Jatim mendekati final. PKB pun menunggu nama calon wakil gubernur yang akan disodorkan PDIP. "PDIP akan menjadi bagian dari koalisi dengan PKB untuk mengusung Gus Ipul. PKB yakin, PDIP akan memiliki kesamaan visi dalam Pilgub 2018 di Jawa Timur," jelas Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW PKB Jatim. Dukung ke Khofifah Terpisah, Ketum PPP M Romahurmuziy menegaskan dukungannya kepada Khofifah Indar Parawansa untuk maju di Pilgub Jatim 2018. Karena tak bisa mengusung sendiri, PPP terus berkomunikasi dengan parpol lain. "Secara politis, kami terus membangun komunikasi, termasuk dukungan dan pengusungan terhadap Bu Khofifah di Jawa Timur. Sebagai partai yang tidak bisa mengusung calonnya sendiri, kami juga masih melakukan komunikasi dengan partai lain untuk paket yang utuh dalam pengusungan calon di Jawa Timur," ujar Romahurmuziy. Begitu juga dengan Partai Golkar. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyebut nama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sebagai tokoh yang akan diusung pada Pilgub Jatim 2018. "Saya rasa ini sudah hampir tahap final mengusung saudara Khofifah," kata Idrus. Idrus mengatakan Khofifah cukup intens berkomunikasi dengan Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar. Khofifah juga sering berkomunikasi dengan Ketua Umum Setya Novanto sebelum jatuh sakit dan dirawat di Rumah Sakit Premier Jatinegara. Menteri Sosial itu juga beberapa kali bertemu dengan perwakilan Partai Golkar di Jawa Timur. "Dengan korwil Partai Golkar Jawa Timur sudah diintensifkan," jelas Idrus. n jk/ifw/rko

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru