Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar video. Pusara angin bak tornado di sekitar Jembatan Suramadu mendadak viral di media sosial. SP/ SBY
Tangkapan layar video. Pusara angin bak tornado di sekitar Jembatan Suramadu mendadak viral di media sosial. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini tengah viral di media sosial (medsos) terkait unggahan video yang menampilkan pusara angin bak tornado di sekitar Jembatan Suramadu. Fenomena yang dikenal sebagai waterspout tersebur diketahui terekam kamera warga, sehingga  memicu kekhawatiran masyarakat Surabaya dan Madura. Dalam unggahan tersebut, terlihat corong angin raksasa berwarna abu pekat menjulang tinggi dari permukaan laut menuju awan hitam yang mendung.

"Angin Topan Jembatan suramadu Surabaya waspada," tulis akun tersebut dalam kolom keterangan unggahannya, Rabu (22/04/2026) 

Akibat fenomena tersebut, situasi di sekitar pesisir tampak mencekam dengan langit yang gelap tertutup awan tebal. Corong angin tersebut terlihat jelas berada di sisi perairan Jembatan Suramadu, sementara beberapa perahu nelayan tampak bersandar di tepian pantai yang dipenuhi sampah kiriman.

Menindaklanjuti fenomena tersebut, BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut. Meski belum menerima laporan resmi mengenai dampak kerusakan, pihak BMKG mengonfirmasi ciri-ciri fenomena dalam video tersebut. Pihaknya menyimpulkan jika fenomena tersebut adalah hasil dari pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang ekstrem.

"Sejauh ini saya belum dapat info detail. Tapi waterspout atau puting beliung terjadi dari awan Cumulonimbus yang tumbuh menjulang tinggi akibat arus udara naik yang kuat," ujar Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa munculnya corong tersebut merupakan hal yang wajar akibat adanya dinamika atmosfer tersebut. "Ini sebenarnya biasa terjadi karena arus (udara) yang sangat kuat dan masa transisi. Sehingga, masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan," tegas Sutarno. Ia juga meluruskan penyebutan istilah yang sering salah dipahami masyarakat. 

"Kalau terjadi di laut namanya waterspout, kalau terjadi di darat namanya puting beliung," tutup Sutarno.

Selain itu, pihaknyabtak lupa untuk menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang sering terjadi secara tiba-tiba di masa transisi musim sembari memantau update dari kanal resmi BMKG. sb-03/dsy

Berita Terbaru

Bangun Ekosistem Transportasi Modern, Grab Siap Perkuat Koordinasi dengan Pemprov Jatim

Bangun Ekosistem Transportasi Modern, Grab Siap Perkuat Koordinasi dengan Pemprov Jatim

Selasa, 03 Nov 2026 13:58 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Grab Indonesia menerima piagam apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kontribusi aktifnya mendukung pengembangan…

Pemkot Batu Bangun Sistem Terintegrasi Berkapasitas 100 Ton Tekan Sampah Wisata

Pemkot Batu Bangun Sistem Terintegrasi Berkapasitas 100 Ton Tekan Sampah Wisata

Selasa, 03 Nov 2026 13:04 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemerintah Kota (Pemkot) Batu membangun sistem pengolahan sampah terintegrasi…

Ditarget Rampung Akhir November, Pemkot Surabaya Kebut Pembongkaran Bangunan Sungai Kalianak Tahap IV

Ditarget Rampung Akhir November, Pemkot Surabaya Kebut Pembongkaran Bangunan Sungai Kalianak Tahap IV

Selasa, 03 Nov 2026 13:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam mengatasi potensi banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat normalisasi ruang Sungai…

Dituding Terlibat Kasus Mutilasi Madiun, Istri Sah Bagus Bantah dan Ungkap Aktivitasnya‎

Dituding Terlibat Kasus Mutilasi Madiun, Istri Sah Bagus Bantah dan Ungkap Aktivitasnya‎

Selasa, 03 Nov 2026 12:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 12:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha, istri sah Dwi Bagus Martono, membantah mengetahui maupun terlibat dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Har…

Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah, Pemkot Surabaya Libatkan 3.856 Guru Kelas

Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah, Pemkot Surabaya Libatkan 3.856 Guru Kelas

Selasa, 03 Nov 2026 12:34 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMP, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…

Tertibkan Parkir Jalan Opak, Pemkot: Pengelola Wajib Terapkan Pembayaran Digital di Surabaya

Tertibkan Parkir Jalan Opak, Pemkot: Pengelola Wajib Terapkan Pembayaran Digital di Surabaya

Selasa, 03 Nov 2026 11:59 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menyusul aduan masyarakat melalui Hotline Lapor Cak Eri terkait praktik pembayaran parkir secara tunai dan pengelolaan parkir yang…