SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memanfaatkan momentum Hari Kartini 2026 untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penyaluran berbagai program bantuan di pabrik rokok PT Gelora Djaja, Selasa (21/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 315 buruh pabrik rokok.
Selain itu, disalurkan pula bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Perempuan Tangguh Mandiri (Putri) Jawa Timur Sejahtera (Jawara) kepada 300 perempuan penerima manfaat di Kota Surabaya.
Khofifah menegaskan, peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan di berbagai sektor.
“Ini menjadi momen untuk memberikan apresiasi kepada perempuan yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan industri dan ekonomi di Jawa Timur,” ujarnya.
Menurutnya, penyaluran DBHCHT merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah agar manfaat dana cukai dapat dirasakan langsung oleh para pekerja di sektor industri hasil tembakau.
“Melalui program ini, distribusi dana cukai diharapkan tepat sasaran dan kembali kepada masyarakat yang memiliki keterkaitan langsung dengan industri,” jelasnya.
Secara keseluruhan, pada 2026 sebanyak 10.324 buruh rokok di 65 perusahaan yang tersebar di 25 kabupaten/kota di Jawa Timur menerima manfaat DBHCHT dengan total anggaran Rp10,324 miliar. Khusus Surabaya, tercatat 3.841 buruh menerima bantuan dengan nilai Rp3,841 miliar.
Untuk penyaluran di lokasi ini, masing-masing buruh menerima bantuan sebesar Rp1 juta. Sementara itu, program KIP Putri Jawara memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta kepada 300 perempuan, dengan total anggaran Rp900 juta.
Khofifah menambahkan, program KIP Putri Jawara yang diluncurkan sejak Hari Kartini 2025 telah menjangkau 10.492 perempuan pencari nafkah utama di Jawa Timur.
“Program ini mendorong perempuan agar mandiri secara ekonomi melalui usaha produktif yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Gelora Djaja, Krisna Tanimihardja, mengapresiasi penyaluran bantuan yang dinilai tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan buruh.
“Kami mendukung penuh karena program ini menyentuh aspek kesejahteraan, kesehatan, dan penegakan hukum. Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri memberikan dampak positif berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap program DBHCHT dan KIP Putri Jawara dapat terus dilanjutkan serta diperluas guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan, sekaligus menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan industri dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Byb
Editor : Redaksi