SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Es krim menjadi salah satu pilihan ketika suhu di Surabaya meningkat. Hal inilah yang menjadi peluang bisnis bagi dua bersaudara Richard dan Leonard.
Cafe yang berlokasi di Jalan Darmo Indah Timur ini didominasi warna pink tersebut memilih Korea sebagai konsepnya. Cafe yang didirikan sejak Desember tahun lalu ini merupakan hasil kembangan dari bisnis es puter milik kedua orangtuanya.
“Es puter Pichi ini sudah berjalan selama lima tahun. Tapi kalau untuk cafe ini baru sepuluh bulanan lah. Awalnya bisnis orangtua hanya produksi untuk dikirim ke beberapa konsumen. Jadi untuk memperluas bisnis kami buka cafe sendiri,” ujar Richard ketika ditemui wartawan Surabaya Pagi pada Jumat kemarin (6/10).
Banyak hal yang melatarbelakangi dua bersaudara ini membuka bisnis sendiri. Meski tetap menggunakan produk orangtuanya. Seluruh menu yang disediakan di cafe ini adalah hasil olahan sendiri.
Tak hanya menjual es krim, cafe ini juga menyediakan makanan dan berbagai minuman. Menu berbahan dasar durian menjadi favorit. Sedangkan burger tuna menjadi produk unggulan yang paling banyak disukai pengunjung.
“Kami termasuk baru di bidang ini. Jadi masih banyak kendala yang harus dihadapi. Salah satunya cuaca. Pada awal pembukaan cuaca di Surabaya basah, sehingga pengunjung saat itu lumayan sepi. Selain itu lokasinya juga kurang strategis,” tambah Richard ketika ditanya perihal kendala yang dihadapinya.
Tak hanya menyediakan es krim dan berbagai varian menu lainnya. Konsep kafe yang bertema Korea juga memberi nilai lebih. Pengunjung dapat memasang gembok cinta setelah melakukan pembelian di kafe ini. Karena sebagian dinding di desain khusus untuk memasang gembok cinta.Mei/inn
Editor : Redaksi