5 Warga Miskin Terima Bantuan Rumah Layak Huni

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Gresik - Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, ternyata diklaim sebagai desa paling miskin di daerah ini. Populasi penduduk di daerah ini sebanyak 72 ribu. Dari jumlah itu masih ada 5.235 warga prasejahtera dan 325 rumah tidak layak huni. Sebuah perusahaan papan gipsum, USG Boral Indonesia, prihatin dengan keadaan kehidupan warga desa ini terutama mereka yang belum memiliki hunian layak. Dengan alasan itulah, perusahaan tersebut berkolaborasi dengan Habitat for Humanity Indonesia, melakukan bedah rumah di desa tersebut tepat di Dusun Kidul. Sebanyak 5 unit rumah yang dibedah. Sebelumnya, rumah warga ini sangat tak layak huni. Karena hanya berlantai tanah, dinding anyaman bambu, belum lagi atapnya bocor. Tidak memiliki kamar dan WC. Marketing Director USG Boral Indonesia, Suzan Budiman mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya mengaplikasikan inovasi terbarunya. Yakni, konstruksi ringan, konstruksi ramah lingkungan, tahan lama, dan efisien waktu maupun biaya. "Bahan yang dipakai sistem durock dan pertama kita pakai di desa ini. Berupa papan semen ringan, tidak mudah retak, fleksibel, tahan air maupun api. Supaya penghuninya lebih nyaman," ujar Suzan, Selasa (10/10). Sementara, salah satu warga yang rumahnya turut dibedah yakni Sunawan (24), menyatakan, ia dan suaminya mengaku sangat senang ada program ini. Pasalnya, sebelum rumahnya sudah puluhan tahun tidak layak huni. Saat hujan tiba, bocor dam berdinding bambu dengan lantai tanah. "Saya berterima kasih karena sudah bisa memiliki rumah layak huni. Apa lagi kami sehari-hari cuma buruh tani jadi tidak mampu membangun rumah yang layak," kisah Sunawan. Camat Wringinanom Darman mengakui, di daerahnya termasuk kategori miskin di Kota Pudak. Si daerah ini, masih ada 5.235 warga yang kurang beruntung, dan 325 rumah yang tidak layak huni. Karena itu sebut Darman, melalui program bedah rumah ini, bisa memperbaiki kehidupan warga yang kurang beruntung. Paling tidak, sudah bisa memiliki rumah yang layak. Mis

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru