SURABAYAPAGI.com-Jombang, Warga Tebuireng tuai banyak berkah dengan adanya wisata Gusdur yang terdapat di daerah sekitar Pondok Tebuireng.
Jombang merupakan kota kecil yang terdiri dari beberapa desa. Seperti halnya desa Tebuireng yang banyak melahirkan kiyai serta ulama dan terkenal dengan wisata religi. Salah satu tempat di Tebuireng yang menjadi viral dipelpagai kota besar yakni kawasan makam Gusdur.
Desa kecil ini, terletak di pinggiran kota Jombang. Dengan pesona pemandangan para santri di jalan, orang akan tahu bahwa dia telah berada di area Tebuireng. Tidak hanya terdapat makam mantan presiden ke-4, namun terdapat pula pondok-pondok yang didirikan oleh keluarga Gus Dur. Di dalam pondok terdapat makam-makam parai kyai, salah satunya yakni makam presiden ke-4, Gus dur.
Gusdur meninggal pada tanggal 30 Desember 2009, di makamkan di tepat kelahirannya, yakni di kota Jombang, tepatya di Tebuireng. Sejak terdapat makam Gus Dur di Tebuireng, baik pondok maupun desa Tebuireng lebih terkenal, tidak hanya itu makam Gus Dur sudah seperti wisata religi layaknya makam Para Wali.
Sejak adanya makam Gus Dur masyarakat yang berada di kawasan makam Gusdur, mulai menuai begitu banyak berkah. Warga memeroleh banyak keuntungan. Di hari-hari ziarah, seperti hari Kamis keuntungan akan lebih banyak diperoleh daripada hari-hari biasa. Seperti yang dikatakan oleh salah satu warga
“lek malem jumat iku luweh rame timbang malem biasane(Jumat,13/10).”
Sehingga tak heran jika warga di area Tebuireng merubah pekarangan rumah sebagai lahan parkir dan juga membagi rumah untuk tempat berjualan.
Tidak hanya itu, pada awal-awal makam gusdur dibuka untuk umum, banyak keuntungan yang diperoleh oleh pengemis yang terdapat di area makam,
“Pengemis yang berada di daerah Tebuireng, pernah saya tanyai, satu hari di kawasan gusdur berapa banyak uang yang diperoleh, dia menjawab ya kurang lebih 1 jutaan pak” tutur seorang warga.
Sehingga tak heran jika banyak orang yang mencari berkah di kawasan makam Gus Dur.
Sebelum adanya makam mantan presiden ke-4 di daerah Tebuireng, daerah ini hanyalah desa kecil dengan beberapa pondok dan madrasah diniyah. Orang lebih mengenal Jombang dengan para kyai dan ulama yang terlahir dari beberapa pondok pesantren di Jombang, terutama daerah Tebuireng namun tidak banyak orang mengetahui tentang Tebuireng, hanya orang-orang tertentu yang mengenal Tebuireng.
Sejak tahun 2009, nama Tebuireng semakin terkenal. Dengan adanya makam Gusdur di daerah Tebuireng, banyak orang yang berbondong-bondong dari berbagai daerah, maupun kota, yang mendatangi makam Gusdur. Berkat adanya makam Gusdur pula pondok pesantren yang berada di Jombang semakin banyak dikenal dan banyak santri dari luar kota yang beralih pondok ke daerah Jombang.
Sekarang, apabila terdapat orang yang menyebut kota Jombang maka hal pertama yang akan disebut adalah makam Gusdur. Sehingga dengan adanya makam Gus Dur di daerah Jombang khususnya di daerah Tebuireng menjadikan warga Jombang lebih banyak memeroleh banyak berkah. Mfn/inn
Editor : Redaksi