Purbaya, tak Mau Pemerintah Dianggap tak Lakukan apapun Dorong Pertumbuhan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menkeu Purbaya mengaku tidak suka jika ada yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mentok di kisaran 5%. Menurutnya, pernyataan itu sama saja menggambarkan pemerintah tidak melakukan apapun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

  "Indonesia itu kalau pemimpinnya pintar bisa 6%, kalau nggak ngapa-ngapain hanya 5% saja. Jadi kalau 5%, kita nggak ngapa-ngapain. Jadi kita akan menciptakan pertumbuhan lebih cepat," imbuhnya.

  Purbaya memastikan akan menghidupkan sektor swasta (private sector) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Terlebih saat ini kondisi global sedang tidak stabil.

  "Jadi kalau kita bisa manage lebih baik, harusnya kita bisa tumbuh lebih cepat lagi. Apalagi kalau kita bisa hidupkan sektor swasta atau private sector," imbuhnya.

  "Jadi kebijakan pemerintah akan kita arahkan juga untuk menghidupkan atau membuat private sector tumbuh dan bisa memberi kontribusi yang lebih signifikan kepada pemerintah, ekonomi," tambahnya.

  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis Indonesia hampir pasti terlepas dari kutukan ekonomi di level 5% yang telah terjadi selama satu dekade terakhir. Ke depan pertumbuhan diyakini akan lebih cepat.

  "Angka terakhir pertumbuhan ekonomi kita kan 5,39% (kuartal IV-2025), hampir pasti kita sudah break dari kutukan pertumbuhan 5%. Jadi ke depan harusnya kita bisa tumbuh lebih cepat dari 5%," kata Purbaya dalam acara Simposium PT SMI 2026 di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/20260).
Purbaya mengaku tidak suka jika ada yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mentok di kisaran 5%. Menurutnya, pernyataan itu sama saja menggambarkan pemerintah tidak melakukan apapun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

  "Indonesia itu kalau pemimpinnya pintar bisa 6%, kalau nggak ngapa-ngapain hanya 5% saja. Jadi kalau 5%, kita nggak ngapa-ngapain. Jadi kita akan menciptakan pertumbuhan lebih cepat," imbuhnya. n jk, rmc

 

 

Berita Terbaru

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa ilmu komputer Jack Zemke tidak kunjung mendapatkan hasil meski telah mengirim ratusan lamaran pekerjaan yang sebagian besar…

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (28/9/2026), dekati l…

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria, menegaskan penyertaan dana CSR untuk berbagai program terkait pembangunan desa yang terarah sangat…

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

SURABAYAPAGI.com - Produsen otomotif Tata resmi meluncurkan sedan Aeris di pasar India. Untuk membuktikan kekuatan struktur bodi serta keamanan sistem CNG,…

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Lembaga keuangan yang berbasis di Washington mencatat negara-negara maju membayar bunga lebih dari US$ 3,3 triliun atas obligasi pemerintah…

NIAT JAHAT RADITYA TIDAK PERNAH DIURAIKAN JPU

NIAT JAHAT RADITYA TIDAK PERNAH DIURAIKAN JPU

Selasa, 29 Sep 2026 06:50 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:50 WIB

Majelis Hakim Yang Mulia, Saya ini wartawan yang sangat sabar. Sejak saya rekam pengakuan Erik Wowor, di Lantai V Gedung Direskrimum Polda Jatim tanggal 23…