SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pengamat politik Whima Edy berpendapat bahwa, wilayah Mataraman akan menjadi arena pertarungan yang sengit. Dapil 6,7, dan 8 menurutnya akan menjadi titik-titik krusial bagi kemenangan Cagub di Jawa Timur.
Menurut Whima, hal tersebut dikarenakan sikap PDI Perjuangan yang telah menentukan Cagub dan Cawagub mereka. Langkah tersebut, merubah peta politik yang ada di Jawa Timur ke depannya.
“Pemilihan Azwar Anas sebagai Cawagub dari PDI Perjuangan ini merupakan langkah yang cerdas. Pasangan Gus Ipul dan Anas akan mampu bersaing di dapil 3 dan 4 yang selama ini selalu dikuasai oleh Khofifah. Selain itu, dapil 1 dan 5 juga akan relative mampu diamankan. Karena, meskipun di dapil ini posisi Gus Ipul masih tertinggal dari Khofifah, tetapi keberhasilan Anas di Banyuwangi bisa menjadi tolak ukur. Sebab di dapil tersebut, pemilihnya cenderung sudah rasional dan cerdas,” kata Whima.
Senada, pengamat politik asal Universitas Brawijaya Wawan Sobari memiliki pendapat yang sama. Pasalnya, dua Cagub yang telah mendapatkan rekomendasi resmi dari partai politik tersebut sama-sama memiliki sejarah di wilayah Mataraman.
“Terutama untuk PDI Perjuangan, di Mataraman kan banyak sekali Kepala Daerah yang berasal dari PDI Perjuangan. Jadi, bisa dibilang kalau Mataraman ini partainya ya PDI Perjuangan. Tetapi, jangan lupa di wilayah Mataraman ini Muslimat juga mengakar kuat. Sementara kita tahu Khofifah ini basis massa terbesarnya ya dari Muslimat. Jadi disana akan jadi arena pertarungan yang sangat sengit,” kata Wawan kepada Surabaya Pagi.
Lebih lanjut, menurut Wawan, saat ini Khofifah memiliki PR besar untuk memilih Cawagub yang tepat untuk mengalahkan pasangan Gus Ipul-Anas. “Bisa dari kalangan Muhammadiyah. Tinggal pilih saja dari situ yang bisa bersinergi dan mengurus birokrasi. Kalau yang sudah berhasil mengubah wajah birokrasi di daerahnya dan dari unsur Muhammadiyah," katanya.
Dari unsur Muhammadiyah, menurut Wawan sudah ada beberapa tokoh yang dapat dinilai telah berhasil membangun wilayah yang mereka pimpin. "Seperti misalnya, kan ada Kang Yoto yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bojonegoro. Muhammadiyah ini di Jawa Timur kan juga sangat kuat, jumlahnya juga sangat banyak,” pungkasnya. ifw
Editor : Redaksi