SURABAYAPAGI.COM, Jember - Ratusan Masyarakat Dusun Klanceng Desa Ajung Kecamatan Ajung dengan menaiki kendaraan Pick up dan sepeda motor berunjuk rasa di depan Pemkab Jember dan Kejaksaan Jember, Kamis (19/10/2017).
Masyarakat Ajung meminta Bupati Jember dr. Faida, MMR untuk melindungi warga Klanceng dari seluruh ancaman arogansi kekuatan pemilik kapital dan kekuasaan yang bertindak sewenang-wenang.
Aksi unjuk rasa dikarenakan pembangunan penyangga dinding sungai IAIN Jember mengancam keselamatan hunian warga di sekitar sungai. Hal itu berdampak menyempitnya aliran sungai dan mengakibatkan banjir.
Joni selaku koordinator mengatakan bahwa tiap tahun saja sudah banjir, apalagi jika terjadi penyempitan di pinggiran sungai. "Dimana ini sungai terbesar, bila ini diteruskan akan berdampak pada penyempitan sungai dan air akan lari kepemukiman tempat tinggal kami," ujar Joni.
Hal tersebut juga diamini oleh Mistar (37), salah satu warga Klanceng. "Saat di tanya bahwa plengsengan tersebut tidak berijin. Plengsengan dari pengairan ada, namun tidak sama dengan proyek IAIN dan ini akan jadi banjir besar ke masyarakat," tuturnya.
Salah satu peserta demo Sumiati, meminta agar Pemkab Jember turun ke sungai untuk melihat kondisi disana serta kalua bisa membatalkan plengsengan tersebut.
Sementara Hadi Mulyono Asisten 1 Pemkab Jember menyatakan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Jember tidak bisa menemui para pengunjuk rasa, karena sedang bertugas ke luar kota.
"Kami disini berusaha menerima dan harapan dari kalian semua nanti saya sampaikan kepada pimpinan kami, bahwa adanya pembangunan sudah meresahkan warga, nanti akan kami sampaikan pada Bupati dan kami butuh koordinasi. Dan kami sudah mendengar bahwa proyek tersebut milik Pemerintah Jatim, jadi saya titip kerukunan dengan warga meskipun ada perbedaan," kata Hadi Mulyono mengakhiri. ndik
Editor : Redaksi