SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Warga di Jalan Petemon Kuburan Surabaya dikagetkan dengan kobaran api dan kepulan asap dari rumah 40 B. Kendati sebelum petugas PMK datang warga sudah berhasil memadamkan api. Namun, nyawa penghuni rumah tersebut tidak tertolong. Penghuni rumah itu diketahui bernama Matali, kakek berumur 87 tahun. Matali tinggal sendirian (sebatangkara) di rumah tersebut.
Kebakaran itu pertama kali diketahui Kamis (19/10/2017) sekitar pukul 11.00 Wib. Kobaran api dan kepulan asap dari rumah Matali itu diketahui pertama kali oleh Suwanto (53) tetangga Matali. Setelah melihat rumah Matali terbakar, Suwanto kemudian berteriak meminta tolong kepada warga lain. Upaya pemadaman warga setempat akhirnya berhasil memadamkan api.
"Semua warga memadamkan apinya. Yang terbakar adalah bagian belakang rumah," kata Suwanto di TKP. Dari pantauan, bagian belakang rumah Matali itu beratap asbes dengan ruangan berukuran 3X5 meter persegi. Ruangan itu difungsikan sebagai dapur yang tak jauh dari kamar mandi.
Setelah api padam, Suwanto dan warga lain mencari keberadaan Matali. Setelah dicari, Matali ditemukan di dalam kamar mandi rumahnya. Matali yang pada tubuhnya terdapat sejumlah luka bakar, akhirnya diangkat keluar rumahnya. Namun ternyata, nyawa Matali sudah melayang. "Pak Mat (Matali, red) memang tinggal sendirian disini. Anak dan cucu cucunya tinggal di rumah lain," beber Suwanto.
Peristiwa itu akhirnya didengar Polsek Sawahan. Sejumlah anggota akhirnya mendatangi TKP kebakaran. Dan untuk mengidentifikasi penyebab kejadian, Polsek Sawahan mendatangkan Tim Inafis Polrestabes Surabaya. Mereka kemudian melakukan olah TKP dan memasang police line untuk menyeterilkan TKP. Proses olah TKP dipimpin Kanit Lantas Polsek Sawahan, AKP Didik Sulistyo.
AKP Didik yang saat itu sedang bertugas sebagai perwira pengawas (pawas) membenarkan jika warga yang memadamkan api sebelum mobil pemadam tiba. Diceritakannya, dari hasil olah TKP, dugaan sementara peristiwa itu bermua saat Matali yang hendak memasak air menggunakan kayu bakar.
"Jadi dugaan sementara itu. Api menjalar dari kayu bakar itu. Kemudian membakar rumah bagian belakang milik korban," sebut AKP Didik di TKP.
Terkait tewasnya Matali, AKP Didik belum bisa memastikan penyebabnya. Namun dugaaan sementara, Matali tewas setelah mengalami luka bakar dan mencoba menyelamatkan diri ke dalam kamar mandi. Nah, di dalam kamar mandinya itu, kepulan asap mengepung Matali. Diduga, karena kepulan asap tersebut, membuat Matali kehabisan oksigen hingga membuatnya meregang nyawa.
Matali yang sehari-hari tinggal di rumah itu sendirian, memang kerap memasak menggunakan tungku dengan bahan bakar dari kayu. Namun kendati anak-anaknya tinggal di rumah lain. Warga menyebut, setiap hari cucu-cucunya bergantian mengirim makanan. bkr
Editor : Redaksi