Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Anak anak bermain bersama.
Ilustrasi. Anak anak bermain bersama.

i

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Saya pernah renungkan bagaimana seharusnya kita menjalani hidup yang diberikan Tuhan ? Apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup orang-orang beriman ? Apa itu tujuan hidup sehingga begitu penting untuk dilakukan dengan benar?.

Seringkali anak-anak kecil ditanyakan tentang apa cita-citanya. Ada yang menjawab mau jadi dokter, pengacara, pilot, tentara, insinyur, pengusaha, atlit, penyanyi dam banyak lagi profesi lainnya. Tetapi apakah itu tujuan hidupnya, bisa ya, bisa tidak. Karena tujuan hidup itu lebih dari sekedar profesi, mungkin lebih tepat jika dikatakan tujuan hidup dapat diartikan dengan bagaimana hidup ini diberi Makna , diberi Arti , diberi Nilai atau kegunaannya.
Dalam suatu peristiwa di Alkitab, ada kisah ketika Yesus sedang mengajar orang banyak dan hari sudah hampir sore. Yesus merasa ‘kasihan’ dengan orang banyak itu – perkiraannya sekitar 5.000 orang laki-laki belum terhitung perempuan dan anak-anak-.
Yesus menanyakan kepada para murid , bagaimana memberi mereka makan?. Para murid juga tidak tahu bagaimana caranya, yang mereka tahu bahwa ada seorang anak kecil yang membawa bekal makanan 5 roti dan 2 ikan.
Dan ternyata itu sudah cukup berarti di mata Tuhan. Dan peristiwa mujizatpun terjadi, Yesus ” Mengambil ” 5 roti dan 2 ikan itu, lalu berdoa ” Memberkati “, kemudian ” Dipecah-pecahkanNya ” dan setelah itu ” Di Bagikan ” kepada orang banyak itu. Semua menjadi kenyang, tercukupi bahkan ketika dikumpulkan masih banyak sisanya.
Cerita ini kembali kita ingat, dan kemudian di endapkan dalam hati agar kita bisa merenungkannya. Kita melihat inilah gambaran dan keinginan Yesus yang ingin disampaikan pada umatNya tentang bagaimana hidup kita dijalankan.
Ada kesediaan ” di ambil ” , walau yang kita miliki sangat kurang dan terbatas. Wujud 5 roti dan 2 ikan, sangatlah terbatas untuk dibagikan pada orang banyak. Bahkan untuk diri sendiri saja bisa jadi hanya cukup sekedar mengganjal perut. Tetapi ketika anak itu kemudian membiarkan bekalnya ” di ambil ” – ketika di minta Yesus -, lalu membiarkan Yesus ” Memberkati ” bekalnya -tanpa banyak tanya-, lalu membiarkan Yesus ” Memecah-mecahkan ” roti itu dan merelakan ketika bekalnya itu ” Di Bagikan “.
Kesediaan anak itu membiarkan semua proses terjadi walau pada awalnya sangat mungkin anak itu tidak mengerti apapun, tetapi setelah proses itu terjadi dan selesai, anak itu tahu bahwa ia tidak hanya mendapatkan 5 roti dan 2 ikan kembali ketangannya, bahkan ia mendapatkan lebih dari itu, bisa makan lebih banyak karena setelah selesai makan ternyata masih ada sisa makanan yang cukup banyak.
Jika hidup kita bisa mempunyai makna untuk berguna bagi sesamanya, tentulah ini menjadi suatu kebahagiaan yang tiada bandingnya. Ketika hidup kita bisa menjadi
Kesediaan diri kita untuk membiarkan Tuhan mengajarkan kita akan makna hidup ini, kesediaan kita untuk di bentukNya melalui berbagai pengalaman manis- pahit, duka- suka, naik- turun, pada waktuNya akan memperlengkapi kita untuk menjadi alatNya yang sempurna di tanganNya sekarang dan selamanya. Itulah yang harusnya menjadi tujuan hidup kita. Tujuan hidup yang tidak sekedar cukup makan dan minum, tetapi bagaimana melalui hidup beriman, orang-orang di sekitar kita bisa merasakan juga pemeliharaanNya dan BerkatNya. (Maria Sari)

Berita Terbaru

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyalahgunaan identitas untuk pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur. Pemprov…

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…