SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seperti orang kesurupan, Budi Santoso (58) tiba-tiba memukuli Siti Marfiah (40) yang sedang tertidur pulas. Beruntung, nyawa janda satu anak yang tinggal di Jalan Pandegiling V Surabaya itu selamat. Kendati begitu, pukulan kayu balok warga Jalan Kedondong Kidul III/17 Surabaya itu membuat Siti menjalani opname. Sebab, sejumlah luka memar dan lebam dideritanya.
Lantas apa motif Budi hingga tega mengeroyok Siti? Motif Budi akhirnya terbongkar setelah Tim Anti Bandit (TAB) Polsek Tegalsari berhasil menangkapnya. Budi ternyata memiliki dendam kesumat terhadap Siti. Yaitu, Budi berang setelah beberapa kali memberikan uang kepada Siti. Namun oleh Siti, uang itu digunakan untuk bersenang-senang.
Puncaknya, Budi diminta Siti menjemputnya di Cafe Makassar. Atas permintaan itu, Budi menyuruh Andi Wijaya (27) anak kandungnya. Andi kemudian menjemput Siti. Namun saat Andi sampai di Cafe Makassar, ternyata Siti tidak ada disana. Ponsel Siti juga tidak bisa dihubungi lagi. Andi yang kecewa, langsung pulang dan melapor ke ayahnya.
"Darisanalah, tersangka Bd (Budi) dan anaknya AW (Andi) bersama-sama mendatangi rumah korban (Siti). Rupanya, bapak anak ini sudah membawa balok. Saat melihat korban tidur berselimut, kedua tersangka memukulkan balok kayu itu secara bergantian ke tubuh korban," beber Kapolsek Tegalsari, Kompol David Triyo Prasojo, Selasa (24/10/2017).
Setelah dipukuli berulang kali, korban akhirnya mengalami luka di memar tangan kanan, kepala bagian belakang mengalami luka robek, lebam di lengan kanan atas dan lebam di bagian mata kanan. "Setelah kedua pelaku pergi, korban melapor ke kami. Darisanalah kami memburu kedua pelaku," sebut Kompol David.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin mengatakan, penyanggongan terhadap kedua pelaku dilakukannya selama 8 hari. Bahkan kedua pelaku yang saat itu dikabarkan kabur ke Jogja, sempat hendak akan diburu kesana. Namun, setelah 8 hari disanggong, pihaknya dan tim mendapati keberadaan Andi. "Kami sergap anaknya terlebih dahulu di perempatan Jalan Imam Bonjol Surabaya," katanya.
Setelah membekuk Andi, Iptu Abidin dan anggotanya langsung mengelernya. Dari keterangan Andi, pihaknya berhasil meringkus Budi, ayah kandung Andi yang sedang santai di rumahnya. "Tidak ada perlawanan dari keduanya saat kami tangkap. Karena keduanya sama-sama mengakui perbuatannya," sambung Iptu Abidin.
Sementara itu, Budi berdalih bahwa dirinya tidak ada hubungan khusus dengan Siti. Hanya saja, dirinya sering dimintai tolong Siti untuk antar jemput. "Pada saat itu, harga diri kami terasa diinjak-injak. Masak sudah ditolong malah membohongi saya. Darisana saya sakit hati," akunya. Budi mengaku sebenarnya dirinya tidak ingin melibatkan anaknya. Namun anaknya ikut memukul karena tidak terima ayahnya dibohongi. bkr
Editor : Redaksi