Seruan Untuk Pilgub Jatim 2018

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Momok bagi tiap penyelenggara pemilu adalah menggelembungnya suara orang yang tidak memilih. Partisipan golput sering kali disasarkan pada mereka pemilih muda yang apatis. Menurut pengamat politik asal Unair Hari Fitrianto, saat ini juga muncul anggapan bahwa dengan tidak memilih itu sebuah pilihan. Jika mengikuti alur semangat generasi milenial, menurut Hari mereka tidak bisa dipaksakan untuk berpartisipasi pada pesta yang bagi mereka sudah usang. "Mari kita artikan penolakan mereka untuk tidak berpartisipasi karena, tidak hits-nya politik saat ini dimata mereka. Jadikan itu sebagai otokritik kehidupan demokratis kita," jelas Hari. Berangkat dari kegalauan milenial tersebut, Hari merumuskan beberapa seruan, agar Pilgub Jatim ke depan menjadi pesta demokrasi yang kekinian dan meninggalkan sifat usangnya "Pertama, mendorong lahirnya kontestasi gagasan bukan kontestasi identitas dan klaim dukungan. Kedua, ini bukan waktunya money politics tapi capacity politics. Money politics menghasilkan kemenangan yang tak bermartabat. Lebih dari itu money politics menghina akal sehat," tegasnya. Kemudian, poin ketiga menurut Hari adalah dengan menghindari isu sara sebagai komoditas politik kita. Lalu, menghilangkan batas batas kewilayahan dan identitas adalah poin keempat dari akademisi Milenial tersebut. Lanskap wilayah bukan untuk menarik segregasi pembeda identitas dan kultur, melainkan sebagai batu pijakan pembangunan kawasan Jatim yang berkeadilan. "Yang kelima, kandidat harus siap kalah siap menang. Menang bermartabat dan kalah secara terhormat. Terakhir, poin keenam adalah open akses untuk semua data Pilgub Jatim. Agar masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi dan data terkait semua tahapan Pilgub Jatim," pungkas Hari. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru