Harga Minyak Goreng dan Plastik Ugal-ugalan, Produsen Kerupuk Terpaksa Perkecil Ukuran Demi Tetap Berjualan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu produsen kerupuk sedang menjemur produksinya saat terik matahari di Madiun. SP/ MDN
Ilustrasi. Salah satu produsen kerupuk sedang menjemur produksinya saat terik matahari di Madiun. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti harga minyak goreng yang mengalami kenaikan rata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Madiun, Jawa Timur membuat resah khususnya bagi produsen produsen kerupuk di Jalan Flamboyan, Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu. Pihaknya bahkan terpaksa memperkecil ukuran kerupuk dan tidak menaikkan harga di pasaran.

Linawati, salah satu produsen kerupuk mengatakan lonjakan harga paling terasa terjadi pada minyak goreng dan plastik kemasan. Menurutnya, harga minyak goreng yang sebelum Ramadan 2026 masih di kisaran Rp17 ribu per kilogram, kini naik menjadi lebih dari Rp21 ribu per kilogram.

"Harga minyak goreng sebelum puasa masih Rp17 ribu sekian per kilogram. Sekarang menjadi Rp21 ribu lebih," ujar Linawati, Kamis (23/04/2026).

Padahal, untuk kebutuhan produksi, usahanya membutuhkan sekitar 10 tong minyak goreng setiap 10 hari sekali dengan total sekitar 1,8 ton. Tak hanya itu, harga plastik kemasan juga melonjak tajam. Sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026, harga plastik masih Rp30 ribu per kilogram. Kini harganya mencapai Rp52 ribu per kilogram.

"Itu kita ambilnya dari pabrik besar. Kalau dari agen atau toko besar bisa sekitar Rp55 ribu sampai Rp58 ribu per kilogram," katanya.

Selain minyak dan plastik, harga tepung kanji juga ikut naik. Jika sebelumnya Rp79 ribu, kini menjadi Rp89 ribu per sak. Meski biaya produksi terus meningkat, Linawati mengaku belum berani menaikkan harga jual produknya karena persaingan usaha yang ketat dan harga pasar yang belum berubah. Sehingga, sebagai langkah bertahan, ia memilih menyiasati ukuran produk dari tebal 2 mm menjadi 1,5 mm. Hal itu dilakukan agar usaha tetap berjalan tanpa mengurangi isi secara signifikan.

Saat ini, usaha miliknya memproduksi kerupuk jenis Bandung dan rambak berbahan tepung dengan kapasitas produksi dua kuintal per hari untuk kerupuk Bandung, sedangkan kerupuk rambak kurang dari satu kuintal per hari. Pihaknya berharap harga bahan baku bisa kembali stabil agar pelaku usaha kecil tetap mampu bertahan. md-02/dsy

Berita Terbaru

Nusron Diduga Bakal ‘Lari’ ke Jepang

Nusron Diduga Bakal ‘Lari’ ke Jepang

Selasa, 03 Nov 2026 06:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyebut Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan …

Hibah Pokmas Anwar Sadad Disunat 50 Persen

Hibah Pokmas Anwar Sadad Disunat 50 Persen

Selasa, 03 Nov 2026 06:42 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pengawasan dana hibah Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jawa Timur dipertanyakan setelah terungkap dugaan pemotongan anggaran h…

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang — Jajaran Polsek Pasirian bergerak cepat mengevakuasi seekor buaya liar berukuran dua meter dari area rawa di Dusun Kaliwelang, Desa Go…

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…