SURABAYAPAGI.com, Jakarta- Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan telah membantah adanya pencabutan izin dan pembubaran Festival Pantun Betawi oleh kepolisian namun pihak panitia kembali menegaskan bahwa ada polisi dengan mobil sedan dan beberapa motor yang membubarkan acara mereka.
Ketua Panitia Festival Pantun Betawi, Hadi Wibowo, kembali menegaskan saat mendatangi lokasi Festival Pantun Betawi, polisi datang dengan senjata lengkap, bahkan mobil tahanan.
Saat panitia dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berkoordinasi untuk menutup jalan, datanglah polisi dengan mobil sedan, dan beberapa motor.
"Mobil sedan dan beberapa perlengkapan motor. Dan mereka bilang 'buka lagi jalan. Buka lagi jalan'," tutur Wibowo, Senin (30/10).
Setelah itu terjadi Wibowo berkoordinasi kembali dengan organisasi masyarakat (ormas), masyarakat, dan panitia di lokasi Festival. Dan kemudian jumlah polisi yang datang bertambah. Ada sekitar 20 motor polisi datang dan bersenjata lengkap. Selain membawa motor dan menggunakan senjata lengkap, polisi tersebut membawa pula gas air mata dan mobil tahanan.
"Kita melihat banyak pasukan anti huru hara dengan kendaraan bermotor, mungkin sampai 20 motor dan bersenjata lengkap. Trus ada gas air mata, sama mobil tahanan itu. Mobil tahanan seperti orang akan dimasukan ke mobil tahanan itu," ujar Wibowo.
Wibowo pun membantah yang menyatakan adanya bantuan dari pihak kepolisian. Wibowo mencontohkan saat di lokasi, sudah ada tujuh tenda yang terpasang dan polisi minta tenda-tenda tersebut dirubuhkan kembali.
"Pedagang-pedagang yang sudah masuk area di usir-usirin untuk keluar area bahkan diminta pergi. Ada satu mobil tenda kita diikutin sampai kemang. Sampai kemang diintimidasi disuruh keluar disuruh pergi. Padahal itu sudah jauh dari Bangka," ucap Wibowo.
Tidak ada sedikitpun bantuan yang diberikan, bentuk pengamanan pun tidak ada. Yang ada mereka mengusir dan mengintimidasi sopir-sopir truk serta pedagang. (hm/rep)
Editor : Redaksi