Lemahnya Keberpihakan Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kota Madiun 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYA PAGI, Kota Madiun-Awal Bulan ini kita disuguhi kebijakan pengelolaan sampah sebagai sarana untuk mengatasi persoalan sampah yang melilit di kota Madiun. Terlebih kota yang berjuluk “Kota Pendekar” ini mendapat rapot merah dari Kementerian Lingkungan Hidup. Kota Madiun ditetapkan sebagai "Kota Dalam Pembinaan" dengan total nilai 43,70. 

 

Data tersebut berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 126 tahun 2026 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah di Kabupaten/Kota. Kota Madiun masuk dalam ranking 152 dari 420 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

 

Sekira bulan Februari 2026, Plt Kepala Bappeda Ansar Rasidi mengatakan, rencana besar pembangunan di tahun 2027 adalah transformasi dan zero waste.

 

Sekedar diketahui, Pemkot Madiun sempat merancang penggunaan insinerator saat awal penyusunan APBD 2025. Namun rencana itu dibatalkan setelah kajian menunjukkan risiko besar terhadap lingkungan.

 

Akhirnya Pemkot setempat mengubah arah kebijakan untuk menuju zero waste. Sehingga penanganan sampah 2027 diarahkan pada sistem berbasis ekologi dengan fokus pemilahan di tingkat RT.

 

Kebijakan yang terlihat ideal. Betul, bahwa timbulan sampah tersebut memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah.

 

Hanya saja, terkait pemilahan sampah di tingkat RT ini harus dibarengi dengan semangat Undang-Undang tentang Pengelolaan Sampah.

 

Implementasi UU 18/2008

 

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah sejak awal menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah upaya sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan.

 

Dua kata kunci ini -- pengurangan dan penanganan -- sejatinya adalah roh dari sistem pengelolaan sampah yang sehat. Ia menuntut kerja dari hulu ke hilir, dari sumber timbulan hingga ke tempat pemrosesan akhir.

 

Prakteknya dalam beberapa tahun terakhir, arah diskursus publik justru bergeser, dalam UU 18/2008 pasal 21 ayat 1 huruf a. Disebutkan, bahwa pemerintah memberikan insentif kepada setiap orang yang melakukan pengurangan sampah.

 

Kemudian huruf b, disinsentif kepada setiap orang yang tidak melakukan pengurangan sampah. Diayat 2 dikatakan tata cara pemberian insentif maupun disinsentif baik mengenai bentuk, jenis, dan tata cara pemberian diatur dengan peraturan pemerintah.

 

Pertanyaannya, apakah pemeritahan kota Madiun sudah melakukan itu semua. 

 

Karena dalam pandangan publik, aroma arogansi sangat kental sekali dalam kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah, takkala masyarakat disuruh melakukan pemilahan sampah namun tidak diedukasi atau bahkan sengaja tidak diberitahu tentang hak yang akan diterimanya. 

 

Namun, akan bebeda pula pandangan publik takkala oleh pemerintah yang bijaksana memberikan ruang pada masyarakat, pendampingan, dan insentif yang tepat. Hasilnya pasti akan terlihat nyata bahwa kebijakan tentang Bank sampah, TPS3R, pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga, kompos, maggot, akan berbuah manis. Hingga volume sampah yang masuk ke TPA bisa turun signifikan.

 

Contoh bagus ada di daerah di Bali, melalui Pergub No. 97 Tahun 2018 dan aturan lanjutan, telah menunjukkan hasil positif dalam pengelolaan sampah berbasis ekologi pemilahan sampah dan secara otomatis kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah pun meningkat.

 

Jadi jelas. Masalahnya bukan pada ketiadaan model, melainkan pada lemahnya keberpihakan kebijakan. 

Sudah waktunya menegakkan amanat UU yang telah dirumuskan untuk memandu pengelolaan sampah. Atau ubah undang - undangnya jika tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

Penulis : Koordinator Gertak dan pengamat Kebijakan Publik Putut Kristiawan.

Tag :

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…