Duet La Nyalla - AHY Berpeluang Besar Pimpin Jatim

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kenaikan hasil survey dan tingkat popularitas yang tinggi terhadap Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti membuat Partai Gerindra berhitung ulang. Bahkan, Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Abdul Malik optimis bahwa La Nyalla Mattaliti akan diusung Partai Gerindra dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. "Kalau menurut saya 99 persen rekomendasi partai Gerindra akan turun ke La Nyalla," katanya Kamis (2/10/2017). Dia mengatakan, alasan diberikannya bila rekomendasi kepada La Nyalla itu sudah tepat. Pasalnya, dari Calon Gubernur (Cagub) yang diusulkan DPD Gerindra Jatim hanya nama La Nyalla yang masih belum dipinang partai lain. "Kalau Partai Gerindra sudah jelas mengusulkan empat nama ada Khofifah, Gus Ipul, La Nyalla dan M Nuh. Kalau pak Nuh kan tidak mungkin, jadi tinggal La Nyalla yang belum diusulkan partai lain," tambahnya. Disamping itu, partai Gerindra ingin hasil pilgub Jatim ini berdampak pada pemilihan Presiden 2019 untuk memenangkan Prabowo. Itulah salah satu alasan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto menginstruksikan La Nyalla untuk menebar baliho di Jawa Timur. "Kalau tidak ada instruksi maka tidak mungkin akan memasang baliho untuk mengenalkan calon," jelasnya. Menurut dia, rekomendasi kepada La Nyalla kemungkinan akan diturunkan pada menit akhir menunggu deklarasi Khofifah pada tanggal 5 November mendatang. Dari sekian nama kandidat cawagub Khofifah, Gerindra lebih tertarik dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "Kalau AHY tidak digandeng maka kami akan menawari untuk bergabung. Kebetulan kan AHY sudah bertemu dengan Pak Prabowo membahas peta politik nasional dan Pilgub," tambah pria yang berprofesi sebagai advokat itu. “Duet La Nyalla - AHY ini sangat ideal dan punya peluang menang lebih besar,” yakinnya. Sementara itu, salah satu skenario yang disiapkan Gerindra adalah akan berkoalisi dengan PAN. Pasalnya, kedua partai memiliki 20 kursi di DPRD Jatim. "Kalau untuk wakilnya kemungkinan dari Muhammadiyah adalah pak Masfuk," tambahnya lagi. Soal beredarnya nama Emil Dardak Bupati Trenggalek, Malik menyebut terlalu prematur. “Kasian Emil ini masih muda, baru jadi bupati belum kelihatan prestasinya. Kalau lima tahun lagi cocok maju pilgub,” pungkasnya. rko

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru