SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - .Sahid (63),purnawirawan TNI warga Desa Candipari RT.08 RW.04, Kecamatan Porong, Rabu (01/11) sore ditemukan tergeletak kondisi tidak bernyawa di bawah pintu belakang rumahnya. Mendengar temuan sesosok mayat, seketika warga setempat mendatangi dan memadati lokasi kejadian untuk melihatnya.
Peristiwa penemuan mayat, sempat menggegerkan warga terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Pertama kali ditemukan rekan kerjanya, Paidi (61),asal Desa Wonoayu RT.02 RW.02,Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Ketika mendatangi rumah korban, hendak akan memberitahukan bahwa Rabu 01 November 2017,korban bekerja sebagai satpam di Jati Kepuh, Sidoarjo jadwalnya untuk jaga malam.
Setibanya,dirumah korban.Paidi berusaha mengetuk pintu rumah Sahid. Namun, tidak ada jawaban. Kemudian mempertanyakan, keberadaan korban kepada tetangganya, Kibandi (60).Tidak lama, dan kembali ke rumah tersebut. Merasa penasaran, Paidi dan Kibandi terus mengetuk pintu rumah sambil memanggil-manggil nama korban. Akan tetapi, tidak ada jawaban,
Merasa curiga, dan penasaran. Akhirnya diintip dari pintu samping rumahnya, melalui celah lubang. Betapa kaget, saat melihat Sahit tidak memakai baju hanya memakai celana panjang warna biru telungkup di tanah. Saat itu pula temuan tersebut diberitahukan pada kepala desa Candipari, M.Ghozali yang rumahnya tidak jauh dari lokasi dan dilaporkan ke Polsek Porong.
Kapolsek Porong, Kompol Andrial didampingi Kanit Reskrim Ipda Pulung membenarkan telah ditemukan sesosok mayat di bawah tepat pintu belakang rumah. Ditubuh korban, tidak ditemukan tanda maupun bekas luka penganiayaan. Diduga, korban menderita sakit. "Untuk memastikannya, jenazah korban dilarikan ke RS.Bhayangkara Pusdik Gasum Porong untuk dilakukan visum. Sementara menurut keterangan, dari beberapa warga. Semasa hidupnya, korban ini memiliki sejarah sakit darah tinggi. Selain itu juga, korban hidup sendirian dirumah. Sehingga keadaan sakit, tidak ada yang merawatnya." jelas Kompol Andrial. sg
Editor : Redaksi