SURABAYAPAGI.com, Paris- Menteri Muhadjir Effendy, Kamis (2/11) selaku Ketua Delegasi Indonesia ke Sidang Umum UNESCO ke 39 yang berlangsung di Paris, Prancis, menyampaikan, UNESCO harus berada di garis terdepan dalam merancang cara baru dan kreatif dalam mendorong reformasi pendidikan untuk memastikan generasi muda siap memasuki ekonomi digital berbasis teknologi.
Menteri Muhadjir Effendy menyampaikan UNESCO harus menghadapi tantangan global saat ini yaitu meningkatnya ketidaksetaraan, penyebaran radikalisme dan ekstremisme, serta bangkitnya rasisme dan prasangka, dan degradasi ekosistem yang terus berlanjut.
Seperti yang dikatanya bahwa Indonesia siap berkontribusi dalam wacana global untuk menemukan cara terbaik bagi UNESCO untuk membantu menciptakan kehidupan di dunia yang lebih baik. Selain itu, ujarnya Indonesia tetap berkomitmen untuk melestarikan Nilai Universal yang Luar Biasa dari Warisan Hutan Hujan Tropis.
"Kami menyelenggarakan Pusat Eco-hidrologi Asia Pasifik dan Pelatihan Regional untuk Keanekaragaman Hayati Laut," ujarnya.
Kesadaran akan budaya identitas yang tak bisa lepas dari Bangsa, Indonesia menyelenggarakan Forum Budaya Dunia di Bali pada tahun 2013 dan 2016. Forum tersebut mengadopsi "Deklarasi Bali", yang menekankan kembali komitmen Indonesia mengarusutamakan budaya ke dalam kebijakan. Indonesia ingin menyoroti bahwa pencapaian SDG (Sustainable Development Goals) memang merupakan agenda penting bagi UNESCO.
Di sebuah acara General Plenary Debate, Menteri menyampaikan Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan di sektor pendidikan. Mereka yang mendaftar di pendidikan anak usia dini telah mencapai 72,3 persen.
Tahun yang lalu, Indonesia mendapat penghargaan dari UNESCO untuk Pendidikan Perempuan dan Wanita. Penghargaan itu didapat lantaran programnya yang luar biasa dalam pengarusutamaan gender. (hm/rep)
Editor : Redaksi