Tetapkan Cawagub, Tim Khofifah Temui SBY

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya– Ketetapan tim 9 bersama Calon Gubernur (Cagub) Jatim Khofifah Indar Parawansa terhadap dua nama kandidat calon wakil gubernur, kabarnya langsung disampaikan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Langkah ini dilakukan karena Partai Demokrat adalah pemilik kursi terbesar dalam koalisi pengusung Khofifah di Pilgub Jatim 2018. Sumber di internal tim 9 menyebutkan, bahwa komunikasi intensif pasca rapat di Siwalankerto Minggu (5/11) terus dilakukan. Terutama dengan partai-partai pengusung Khofifah. Selain Partai Demokrat, ada Partai Golkar, Nasdem dan Hanura. “Kalau tidak besok ya lusa, tim 9 akan bertemu Pak SBY. Hari ini (kemarin, red) Pakde Karwo (Ketua DPD PD Jatim) yang terlebih dulu bertemu dengan Pak Jokowi (Presiden) di Madiun,” ungkap sumber ini, Senin (6/11) kemarin. Upaya ini dilakukan agar Khofifah tidak terkesan lamban mencari cawagub. Namun unsur kehati-hatian lebih diutamakan agar tidak mudah diserang lawan. “Insya Allah setelah ketemu Pak SBY, Pak Oso (ketum Hanura), SP (Surya Paloh Ketum Nasdem), nama cawagub bisa ditetapkan,” imbuh sumber ini. Terpisah, Sekretaris DPD Demokrat Jatim Renville Antonio mengaku pasrah atas posisi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) pendamping Khofifah Indar Parawansa kepada Majelis Tinggi Partai dan tim 9 yang terdiri dari 17 kiai khos di Jatim. "Kalau untuk posisi Cawagub kami pasrahkan kepada majelis tinggi. Saya yakin tim 9 juga sudah dan akan terus komunikasi dengan majelis tinggi,” katanya pada Senin (6/10/2017). Dia menjelaskan, pihaknya masih menunggu instruksi DPP untuk memenangkan Khofifah dalam Pilgub Jatim. “Kita masih menunggu, begitu ada perintah kami langsung bergerak," tambahnya lagi. Sekadar diketahui, DPP Demokrat mendukung Khofifah dalam Pilgub Jatim. Untuk posisi Cawagub, partai berlambang segitiga mercy itu sudah menyodorkan nama Emil Dardak, Bupati Trenggalek. “Tugas kami di Jawa Timur hanya mengirimkan Cawagub ke DPP, selanjutnya kami sudah tidak ikut campur," ungkapnya. Terpisah, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Muzammil Syafii masih enggan menyebutkan nama-nama yang akan menjadi Cawagub Khofifah. Ia hanya mengatakan saat ini proses seleksi sudah terus berlanjut. "Jadi, pasca penggodokan oleh para kyai kemarin, nama-nama yang terbaru berdasarkan penyaringan dikirimkan ke pada partai-partai di pusat (DPP). Ini untuk dipertimbangkan dan dipilih siapa yang jadi Cawagub Khofifah," kata Muzammil. Khofifah sendiri didukung Demokrat, Golkar, Nasdem dan Hanura. Bahkan, dikabarkan PPP juga akan bergabung untuk mendukung Menteri Sosial itu. Khofifah akan berhadapan dengan Saifullah Yusuf dan Azwar Anas yang didukung PDIP dan PKB. Peluang Emil dan Ipong Sebelumnya, Tim 9 merekomendasikan dua nama untuk bakal calon wakil gubernur mendampingi Khofifah. Keduanya merupakan tokoh dari Mataraman berlatarbelakang birokrat dan politikus. Kabar yang beredar, dua nama itu Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. “Keduanya kuat, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan,” kata pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo, kemarin. Suko menilai, sosok Ipong kuat karena memiliki jaringan luas dan kuat secara kekeluargaan di wilayah Mataraman. Sebaliknya, Emil juga kuat karena merepresentasikan generasi milenial sehingga diharapkan mampu mendeterminasi kelompok muda yang jumlahnya sekitar 14 juta. “Saya kira peluangnya fifty-fifty (50:50) untuk menjadi cawagubnya Khofifah. Sekarang tergantung masing-masing memiliki cara mengelola keunggulan kekuatan calon dalam strategi pemenangan. Khofifah selalu dilema dalam memilih wakil sehingga kemenangan sangat ditentukan strategi tim pemenangan,” katanya. Poros Tengah Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra dan PKS hampir pasti menyiapkan koalisi poros tengah untuk mengusung calon sendiri. PAN mengakui persiapan poros baru di pilgub Jatim 2018 mendatang ini terus dimatangkan. Sekretaris DPW PAN Jatim Basuki Babussalam sudah mendapat instruksi DPP PAN Jatim agar menyiapkan langkah alternatif dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mendatang. Salah satunya adalah menyiapkan poros baru dalam koalisi parpol. “Saya kira Ketum sudah memberikan arahan khususnya soal poros baru itu ditengah dinamika politik yang berkembang selama ini," kata Sekretaris DPW PAN Jatim Basuki Babussalam, Senin (6/11) kemarin. Dia menjelaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa parpol seperti Gerindra dan PKS guna mewujudkan skenario itu. “Sudah ketemu (dengan Gerindra dan PKS). Pada prinsipnya ketum mempersilahkan membangun komunikasi tetapi sebelum menjadi keputusan harus komunikasi keatas dulu," tambahnya. Basuki optimis bahwa partainya akan bisa mengambil posisi secara tepat. Sehingga, kandidat yang diusungnya bisa memenangkan Pilgub Jatim. Kendati demikian, PAN juga masih menyimpan harapan agar kadernya Masfuk atau Suyoto digandeng Khofifah Indar Parawansa dalam Pilgub Jatim. “Seandainya Bu Khofifah punya keputusan yang tidak memuaskan bagi kader dan partai, kami sudah siap untuk membuat komunikasi yang lain," pungkasnya. n rko/ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru