SURABAYAPAGI.com, Solo - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengenalkan konsep dual track untuk meningkatkan kualitas SDM. Konsep ini diakui sangat manjur diterapkan di Jawa Timur.
Track pertama, melalui perbaikan kualitas pendidikan formal, diantaranya melakukan link and match antara SMK dengan industri serta perguruan tinggi.
Guna mendukung terwujudnya konsep tersebut, Pemprov Jatim bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki fakultas filial dari SMK. Contohnya, bidang keahlian teknologi dan rekayasa bekerja sama dengan ITS Surabaya. Selain itu, bidang keahlian seperti teknologi informasi dan komunikasi kerja sama dengan negara Korea dan China yang memiliki perusahaan seperti Samsung atau AXIO.
Track kedua, jelas Pakde Karwo yakni melalui penerapan pendidikan vokasi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) berstandar internasional sekaligus memperkuat SMK Mini melalui bekerja sama dengan pemerintah Jerman. "SMK mini kebanyakan gandeng dengan pondok pesantren. Karena pemerintah berkepentingan meningkatkan keterampilan dari para santri agar pasca mondok mereka tidak kesulitan mencari pekerjaan," ungkapnya.
Penerapan SMK Mini dan BLK di Jatim, terbukti mampu menghasilkan tenaga kerja baru. "Kami terus melalukan negosiasi dengan pengusaha untuk dapat menambah anak anak SMK agar dapat magang di perusahaan dan memperoleh pengalaman berstandar internasional," tegasnya.
Sementara itu, seusai memberi kuliah umum, Gubernur Jatim Soekarwo didaulat menjadi anggota kehormatan Ikatan Alumni (IKA) UNS. Penyematan, anggota kehormatan ditandai dengan pengenaan jaket almamater berlogo IKA UNS dari Rektor UNS Prof. Ravik Karsidi kepada Pakde Karwo.
Dalam sambutannya,, Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi MS menilai, Pakde Karwo merupakan seorang kepala daerah yang berhasil dan memiliki prestasi gemilang. "Dibawah kepemimpinan Pakde Karwo, Jatim terus mendapatkan prestasi yang gemilang. Ini pantas jadi lesson learning bagi mahasiswa sekaligus dapat menginspirasi capaian dari Jatim untuk ditiru provinsi lainnya," terangnya.
Ditambahkannya, keberhasilan Jatim dibawah kepemimpinan Pakde Karwo terbukti dari banyaknya penghargaan yang diraih dari pemerintah pusat. "Pakde Karwo sangat santun dalam bekerja sama dengan sejawat maupun pelaksana pemerintahan di bawah hingga stakeholder lainnya. Sehingga kinerjanya dalam memimpin Jatim sangat produktif,” terangnya.
Tak lupa, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Soekarwo karena telah memberikan kesempatan kepada alumni UNS untuk berpartisipasi dalam mengembangkan diri di pemerintahan dan di berbagai bidang di Jatim.
"Kami berterima kasih karena alumni kami bisa mengabdikan diri dan mengembangkan ilmunya di Jatim, serta turut memberikan kontribusi menjadikan Jatim sebagai provinsi terbaik di Indonesia," ujarnya. Alumni UNS di Pemprov Jatim antara lain Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Jumadi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Heru Tjahjono dan Direktur RSU dr. Soetomo Dr. Harsono.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Jatim juga memberikan bantuan kerja sama riset senilai Rp. 1 Miliar kepada Fakultas Pertanian UNS, serta memberikan bantuan pengolahan pupuk organik berupa 1 unit granulator dan 1 unit coper. (arf/hms/**)
Editor : Redaksi