Permukiman Warga Masih Aman dari Ancaman Banjir

Tanggul Jebol, 64 Hektar Lahan Sawah di Maduran Tergenang Air

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Jebolnya tanggul dalam sepanjang 25 meter di Desa/Kec Maduran Kabupaten Lamongan, akibat luapan sungai Bengawan Solo menggenangi puluhan hektar tanaman padi yang berumur 1-2 bulan, genangan air diprediksi naik seiring volume air Bengawan Solo juga terus alami kenaikan. Luapan sungai Bengawan Solo terus akan mengancam pemukiman warga, segala antisipasi harus segera dilakukan, meski hingga saat ini luapan sungai terpanjang di Jawa ini baru menggenangi areal persawahan. Jannata SMP Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Minggu (19/11/2017) menyebutkan, kalau tanggul dalam atau dalam istilah warga setempat disebut dengan tanggul wedok ini jebol dengan lebar 25 meter, terjadi pada Sabtu (18/11/2017) sekitar pukul 08.00 wib. Akibat jebolnya tanggul Sungai Bengawan Solo bagian dalam ini, terang Jannata, air luapan Bengawan Solo pun meluber dan menggenangi areal persawahan di 2 desa, yaitu Desa Maduran dan Desa Jangkungkusumo. Di Desa Maduran, terang Jannata, air luapan Bengawan Solo setidaknya menggenangi 24 hektar lahan persawahan sedangkan di Dusun Sawo, Desa Jangkungkusumo, air menggenangi 40 hektar lahan persawahan. "Total lahan sawah yang tergenang akibat tanggul yang jebol ini adalah 64 Hektar," kata Jannata sambil menyebutkan kalau areal sawah yang tergenang ini baru saja ditanami padi berumur 1-2 bulan. Terpisah Camat Maduran, Harwah Hutomo kepada wartawan juga membenarkan kalau tanggul yang ada di Desa Maduran jebol. Harwah juga mengungkapkan, jebolnya tanggul dalam atau tanggul wedok ini tidak sampai ke permukiman. Harwah juga mengatakan, sebenarnya kejadian longsor itu bulan Mei dan bulan Juli ada perbaikan oleh dinas terkait. "Namun karena kondisi alam, begitu hujan deras dan volume air Bengawan pasang kemudian longsor kembali," terangnya.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru