Skema BOSDA Kota Mojokerto Dirombak, Pemkot Tegaskan Untuk Ringankan Warga

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Walikota Mojokerto Ning Ita saat berinteraksi dengan pelajar Kota Mojokerto. SP/ DWI
Walikota Mojokerto Ning Ita saat berinteraksi dengan pelajar Kota Mojokerto. SP/ DWI

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Skema penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) resmi dirombak tahun ini. Pemerintah Kota Mojokerto memberlakukan ketentuan khusus kepada sekolah penerima BOSDA untuk tidak lagi menarik pungutan  kepada siswa yang berasal dari Kota Mojokerto. 

Langkah ini ditempuh guna memastikan dana hibah tersebut benar-bebar tepat sasaran dan tujuan sesuai Rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) RI.

"BOSDA ini pada dasarnya adalah hibah dari pemerintah daerah yang bersumber dari APBD untuk mendukung operasional pendidikan. Tujuannya jelas, untuk membantu sekolah sekaligus meringankan beban masyarakat,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Agung Moeljono Subagijo, Senin (20/04/2026).

Ia menjelaskan, dalam implementasinya terdapat perbedaan pengaturan antara sekolah negeri dan swasta. Untuk sekolah negeri, seluruh siswa baik warga Kota Mojokerto maupun luar daerah tetap mendapatkan layanan pendidikan tanpa pungutan (gratis).

Sementara itu, pada sekolah swasta penerima BOSDA, terdapat ketentuan khusus. Sekolah tidak diperkenankan menarik pungutan kepada siswa yang merupakan warga Kota Mojokerto. Namun, untuk siswa dari luar daerah, pungutan masih diperbolehkan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada warga Kota Mojokerto, tanpa mengabaikan keberlangsungan operasional sekolah swasta,” jelasnya.

Terkait adanya surat keterangan yang dikirimkan kepada sekolah, Agung menegaskan bahwa hal tersebut bagian dari proses pendataan dan perencanaan anggaran.

“Surat itu sifatnya pemberitahuan dan pendataan. Tujuannya untuk membantu pemerintah dalam melakukan estimasi kebutuhan anggaran BOSDA dalam APBD,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menanggapi isu terkait tenaga GTT/PTT dibawah naungan Kementerian Agama yang disebut-sebut terdampak kebijakan BOSDA. Menurutnya, pengaturan tenaga tersebut tidak berada dalam ranah kebijakan BOSDA pemerintah daerah.

“Untuk GTT/PTT, regulasinya bukan di BOSDA dan sebagian berada dalam kewenangan kementerian terkait, sehingga tidak bisa disamakan dengan skema pembiayaan operasional sekolah,” katanya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, lanjutnya, secara rutin telah melakukan sosialisasi kepada satuan pendidikan, termasuk pada bulan Februari setiap tahunnya, baik terdapat perubahan regulasi maupun tidak.

“Setiap tahun kami lakukan sosialisasi agar sekolah memahami mekanisme BOSDA secara utuh. Ini penting agar pelaksanaan di lapangan tetap sesuai aturan dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” imbuhnya.

Sebagai informasi, program BOSDA juga bukan hanya diterapkan di Kota Mojokerto, namun telah menjadi kebijakan yang dijalankan di sejumlah daerah lain. 

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto memastikan bahwa pelaksanaan BOSDA tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan yang merata dan terjangkau. dwi

Berita Terbaru

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan dalam pengembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana P…

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Peta kekuasaan di jajaran Kabinet Merah Putih mengalami pergeseran. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai…

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…