SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Ingin memberikan manfaat kepada orang lain, itulah motto Bripka Purnomo Polisi yang bertugas di Polsek Babat, Lamongan, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik bertugas maupun bermasyarakat. Meski sebelumnya sudah merelakan uang tunjangannya untuk dibagikan ke fakir miskin, namun aksi polisi baik hati ini tidak berhenti disitu saja, terbaru, Polisi yang bertugas sebagai anggota Satlantas Polsek Babat ini juga membedah rumah milik salah satu janda tua di Desa Banaran Kec Babat, yang kebetulan dia adalah salah satu petugas Kamtibmas di desa tersebut. Dengan dibedahnya rumah milik janda tua ini, setidaknya, hingga saat ini sudah 5 rumah tak layak huni yang sudah dibedah menjadi rumah layak huni. "Saya terpanggil untuk memberikan manfaat untuk orang lain, salah satunya membedah rumah warga yang tidak layak huni menjadi layak huni, dan saya juga dibantu oleh kolega-kolega,"terangnya. Bahkan, Purnomo sampai harus merelakan dua burung Murai Medan kesayangannya untuk dijual, demi membantu membiayai pembangunan rumah warga kurang mampu, melalui akun facebook miliknya yang disebar ke grup-grup facebook di Lamongan. Uang hasil penjualan burung tersebut, langsung ia serahkan pada seorang janda yang tinggal hidupnya sebatang kara. "Saya ngajak gugahi (membangunkan) orang untuk beramal, kayak pembeli burung tadi, sekalian beramal juga melihat rumahnya (bu Genduk). Laku 4.500.000 rupiah. Saya sampaikan ke pembeli, sampean beramal, saya juga beramal. Dan uangnya langsung dibayar," ucapnya. Purnomo pun menceritakan awal mulanya Ia yang berstatus sebagai Bhabimkamtibmas Kelurahan Banaran, bersilaturrahmi ke rumah warga kurang mampu dengan menyerahkan bantuan, yang berasal dari kantong pribadinya. "Babinkamtibmas kayak saya ini dapat uang tunjangan yang kemudian saya bagikan ke warga kurang mampu. Awalnya berupa uang, lalu saya ganti sembako, ada yang saya wujudkan becak," ujarnya menceritakan. Dari langkah Purnomo ini, banyak pihak yang terketuk hatinya untuk membantu sesama. Di saat itu pula, ada donatur yang ikut menyumbang. Ia pun melihat ada kondisi rumah yang memang tak layak huni yang ditempati keluarga, menjadi sasaran kebaikannya. "Yang terakhir kita dapat donatur, saya diberi uang sama mas Kiki (A Rizky Kurniawan), kok banyak, mau saya pakai apa. Lalu saya bikinkan bedah rumah," tuturnya membeberkan. Hingga hari ini, dikatakan Purnomo sudah ada lima rumah warga kurang mampu yang telah dibedah. Dari penuturan Purnomo, ke lima rumah para warga yang kurang mampu itu, jika saat musim penghujan, rumah mereka tidak bisa dijadikan tempat berlindung karena sebagian atapnya bocor dan mengakibatkan banjir di sejumlah titik. "Ada rumahnya Bu Rusmini pertama, Bu Karjuni, Bu Kuswiri, Pak Toha dan Bu Genduk. Kalau membenahi gak sekalian kan kurang marem, mudah-mudahan terus," ujar Purnomo. Ia mengaku, data rumah warga kurang mampu tersebut merupakan hasil laporan dari warga Kelurahan Banaran. “Misalkan kita bedah rumah ini, ada pak RT ngeshare, kita utamakan yang lebih parah dulu. Lalu kita ngecek sama-sama. Kita kerjakan bersama-sama, paguyuban RT/RW di sini ini kompak,” katanya. Purnomo sepantasnya menjadi simbol Polisi di Indonesia punya slogan melindungi dan mengayomi. “Dari mungkin kebaikan-kebaikan itu, untuk bisa membuat kita masuk surga. Karena susah orang berbuat ikhlas itu,” tuturnya mengajak beramal. Satu di antara donatur yang senantiasa ikut membantu dalam bedah rumah, A Rizky Kurniawan, mengaku tergugah hatinya setelah melihat kebaikan Bripka Purnomo. “Orangnya baik. Saya ingin ikut membantu yang kekurangan mas, gak tega lihatnya,” ujarnya.jir
Editor : Redaksi