SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Lawatan Bupati Kabupaten Gresik, Jawa Timur Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati HM Qosim bersama puluhan pejabatnya, tidak hanya dipersoalankan kalangan masyarakat. Kali ini, juga datang dari kalangan wakil rakyat.
Bagaimana tidak, di tengah kondisi keuangan APBD 2017 terseok-seok, justru kepala daerah dan pejabatnya, memilih lawatan ke Malaysia. Sementara di tengah kondisi keuangan daerah yang nota bene kritis, justru ada hal penting yang jauh lebih mendesak mendapat perhatian ketimbang bepergian ke luar negeri.
Alasannya ini, kenapa banyak kalangan termasuk anggota DPRD Gresik yang menyoal keberangkatan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Gresik bersama puluhan pejabatnya.
Salah satu anggota DPRD Gresik yang menyoal terkait lawatan Buati Gresik bersama pejabatnya ke Malaysia ini, ialah Mujid Riduan. Wakil Ketua Komis I ini, berjanji akan mencari tahu ikhwal sumber dana yang digunakan rombongan Bupati Sambari ini ke Negeri Jiran. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, sangat tidak masuk akal jika keberangkatan mereka ke Malaysia ini menggunakan dana pribadi, apa lagi patungan. Pasalnya, dia mengetahui persis karakter pejabat di Gresik, sangat jarang bahkan tidak pernah melakukan perjalanan menggunakan dana urunan. Apalagi ke luar negeri.
“Saya hafal betul karakter pejabat di Gresik ini, kalau diajak urunan, sangat sulit. Dan tidak akan ada yang mau. Makanya, kami akan menelusuri aliran dana yang mereka pakai lawatan secara massal ini,” janji Mujid Riduan kepada awak media.
Dia juga berjanji akan menjadwalkan pemanggilan Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Gresik M Nadlif, selaku koordinator rombongan. Terutama untuk mengetahui sumber dana yang mereka gunakan dan lain-lain.
Senada dengan Mujid Riduan, Nur Saidah, anggota DPRD Gresik dari Partai Grendra juga mempertanyakan sejauh mana urgensinya Bupati Sambari Halim Radianto memboyong puluhan pejabatnya ke luar negeri. Sementara kondisi keuangan daerah, sangat kritis. Prsoalan apakah uang digunakan memang hasil urinan atau dari APBD 2017, tentu sangat melukai hati rakyat.
“Iya, melukai hati rakyat. Karena disaat keuangan kritis, justru memilih bepergian ke Malaysia. Padahal ada hal penting di daerah kita yang perlu mendapat penanganan serius. Jalan Harun Thohir, warga miskin dan sebagainya,” tandasnya.
Nur Saidah menyayangkan, jika hanya alasan Bupati Sambari ke Malaysia bersama puluhan pejabatnya hanya memenuhi undangan temu kangen Tenaga Kerja Indonesia asal Gresik yang ada di Indonesia, tentu tak perlu harus boyongan. Sebab, berangkat ke luar negeri dengan membawa semua pejabat eselon II, III hingga sebagian camat, bukanlah biaya kecil. Bahkan termasuk kategori pemborosan.
Sementara itu, diperleh sejumlah pejabat yang ikut dalam rombongan Bupati Gresik ke Malaysia diantaranya, Sekda Kng.Djoko Sulistio Hadi, Kadispora Zairuddin, Kepala Pelaksana BPBD Abu Hasan, Kepala Disperta Agus Djoko Waluyo, Kadis Kominfo Budi Rahardjo, Kadis PUPR Bambang Isdianto, Kadinsos Sentot Supriyohadi, Kadis Prindag dan UKM Agus Budiono, Kadisbudpar Mighfar Syukur, Kadis PM PTSP Mulyanto, Kepala Inspektorat Hari Suryono dan puluhan pejabat eselon II.
Kepala DPM PTSP Mulyanto, menjelaskan keberangkatan Bupati Gresik bersama sejumlah pejabat lingkup Pemkab Gresik ke Malaysia untuk memenuhi undangan dari TKI (tenaga kerja Indonesai) asal Gresik yang ada di sana.
“Bukan agenda yang diprogramkan, karena undangan mendadak. Selama di Malaysia, bupati akan melakukan sejumlah agenda kerja. Di antaranya, bertemu dan melakukan forum dialog dengan masyarakat Gresik yang menjadi TKI disana,” terang Mulyanto.
Mulyanto juga menepis jika kunjungan ke Malaysia kali menggunakan dana APBD. Rombongan yang ikut, patungan menggunakan dana pribadi. mis
Editor : Redaksi