SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pelesiran berjamaah ke Malaysia yang dilakukan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati HM Qosim, mulai terungkap kejanggalannya. Tokoh warga Bawean mengungkapkan pihak yang diundang Komunitas TKI di Malaysia, hanya Bupati Sambari. Namun faktanya, bupati dua periode itu malah mengajak 120 pejabat dan staf Pemkab Gresik ikut serta ke Negeri Jiran selama tiga hari. DPRD Gresik pun ikut turun tangan menelusuri sumber dana pelesiran bupati yang disebut-sebut menghabiskan Rp 600 juta lebih.
--------
Arifin, salah seorang warga Bawean yang keluarganya turut mengundang Bupati Gresik ke Malaysia, mengaku kaget jika acara itu ternyata membuat gaduh. Dia menyangkal Komunitas TKI asal Gresik di Malaysia mengundang semua pejabat Pemkab Gresik. "Sebenarnya yang diundang itu cuman Pak Bupati. Yang lainnya tidak. Lalu kenapa mereka ikut, saya juga tidak tahu," ungkap paman Almin (salah seorang TKI asal Bawean yang ada di Malaysia) saat dihubungi melalui HP 081331636xxx di Bawean, Senin (20/11/2017).
Pertemuan Bupati Gresik di Malaysia kata Almin seperti dikutip Arifin, tidak meriah. Bahkan tempat yang pakai saat itu di sebuah rumah makan sederhana. Sayangnya tidak disebutkan nama rumah makan akan dimaksud. Ihwal yang dibahas dalam pertemuan itu, sekitar pembangunan yang telah dicapai Pemkab Gresik saat ini.
Informasi yang diperoleh Surabaya Pagi, kunjungan Bupati Gresik dan Wakil Bupati HM Qosim selama tiga hari mulai Jumat - Minggu (17-19 November 2017) ke Malaysia, memboyong sejumlah pejabat eselon II, III dan staf Pemkab Gresik. Para pejabat itu diantaranya Sekda Djoko Sulistio Hadi, Kadispora Zairuddin, Kepala Pelaksana BPBD Abu Hasan, Kepala Disperta Agus Djoko Waluyo, Kadis Kominfo Budi Rahardjo, Kadis PUPR Bambang Isdianto, Kadinsos Sentot Supriyohadi, Kadis Perindag dan UKM Agus Budiono, Kadisbudpar Mighfar Syukur, Kadis PM PTSP Mulyanto, Kepala Inspektorat Hari Suryono.
Sementara para camat yang ikut diantaranya, Camat Duduksampeyan Suropadi, Camat Wringinanom Hari Syawaludin, Camat Kebomas Sutrisno, Camat Benjeng Nuriyadi, Camat Menganti Sujarto, Camat Balongpanggang Narto. Selain itu, dua anggota DPRD Gresik ternyata ikut serta, yakni Asroin Widyana (Fraksi Partai Golkar) dan H Subki (Fraksi Partai Demokrat).
Keberangkatan mereka ke Malaysia bergelombang, mengingat jumlahnya sangat besar. Rombongan pertama berjumlah sekitar 85 orang. Menggunakan pesawat Malaysia Airline dengan rute Bandara Juanda Surabaya – Kuala Lumpur. Sedangkan rombongan lain, sebanyak 35 orang terlebih dahulu menuju Bandara Kualanamu Medan (Sumut) menggunakan pesawat Lion Air, baru kemudian bertolak menyusul rombongan ke Malaysia.
“Harga tiket per orang tidak sama. Untuk Bupati – Wabup Gresik dan pejabat teras harganya lebih mahal. Sedangkan untuk para staf, harga tiketnya Rp 5,5 juta per orang, sudah termasuk hotel selama di Malaysia,” sebut Iffaf, karyawan bagian pelayanan tiket PT. Arifin Sidayu, yang kebetulan menangani keberangkatan para pejabat Gresik ini.
Jika dirata-rata harga biaya ke Malaysia Rp 5,5 juta, maka pelesiran berjamaah itu menghabiskan dana sekitar Rp 660 juta. Jumlah yang besar untuk ukuran masyarakat Gresik, yang habis dalam tempo 3 hari saja. Sementara manfaat dari perjalanan itu tidak dirasakan warga Gresik secara umum.
Karena itu lah, sejumlah pihak menyayangkan pelesiran Bupati Cs yang dinilai hanya menghambur-hamburkan uang saja. Bahkan, Ketua DPD Partai Golkar Gresik H Ahmad Nurhamim memerintahkan Fraksi Golkar DPRD Gresik, mengusut sumber dana yang digunakan Bupati Gresik dan rombongannya ke Malaysia.
"Kalau saya sih, sudah memerintah anggota DPRD Gresik dari Golkar ini untuk membentuk forum klarifikasi dana yang digunakan Bupati Gresik pelesiran berjamaah ini ke Malaysia yang viral di medsos itu," ujar Nurhamim di Gresik, kemarin.
Editor : Redaksi