SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Jabatan Kombes Pol M. Iqbal sebagai Kapolrestabes Surabaya memang sudah resmi berkahir. Perwira melati tiga itu akan segera promosi sebagai Karopenmas Divhumas Polri akhir tahun ini.
Di detik akhir jabatan sebagai orang nomor satu di Hoofdbureau, M. Iqbal masih menyempatkan waktu bertemu dengan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Surabaya, Rabu (29/11) di gedung M. Yasin Polrestabes Surabaya.
Dalam kegiatan itu, Iqbal menyampaikan jika pentingnya berkomunikasi dengan semua elemen termasuk mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa adalah garda terdepan penerus kepemimpinan dan tegaknya demokrasi di negara ini. Meski demikian, dalam kesempatan itu Iqbal juga menyampaikan permohonan terimakasihnya kepada para perwakilan mahasiswa atas kerjasamanya menjaga kondusifitas Surabaya.
"Terimakasih, telah turur bersama-sama menjaga kondusifitas di Surabaya. Pertahankan terus,karena Surabaya milik kita bersama. Boleh demo, menyampaikan pendapat dan kritik membangun, tapi jangan anarkis ya," ujar Iqbal sambil melempar tawa dalam forum tersebut, Rabu (29/11) sore.
Sementara itu, dari perwakilan BEM se Surabaya menyuarakan aspirasi dan kesannya terhadap kepemimpinan M. Iqbal selama menjabat sebagai Kapolrestabes Surabaya. Diantara kesemuanya, menyampaikan hal positif yakni berubahnya wajah Polri dimata mahasiswa Surabaya. Seperti yang disampaikan oleh Anang, perwakilan BEM Universitas Airlangga. Menurutnya, selama aksi unjuk rasa dan menyuarakan pendapat di depan publik oleh mahasiswa maupun buruh di Surabaya berlangsung kondusif. Tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh Polisi dan Aparat lainnya, hal tersebut tak lepas dari kebijaksanaan Kapolrestabes Surabaya.
"penanganan konflik tidak harus dari aksi kekerasan dengan bisa dilakukan dengan cara melakukan komunikasi dan diskusi yang dilakukan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal. Ini sebuah hal baru yang baik," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, pihak perwakilan BEM se Surabaya memberikan piagam penghargaan atas apa yang sudah dilakukan oleh Iqbal selama di Surabaya. Harapannya, kedepan, siapapun pengganti Iqbal, mampu mempertahankan prestasi yang diukir atau bahkan menjadi lebih baik lagi.
Perwakilan BEM sendiri terdiri dari, ITS, Unair, Unesa, Insan unggul dan Hangtuah. fir
Editor : Redaksi