Pemkot Anggarkan Rp 600 Miliar untuk Banjir di Surabaya

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pemerintah kota Surabaya akan terus melakukan upaya untuk bisa melakukan pembangunan infrastruktur untuk pengendalian banjir. Pemerintah Kota Surabaya mengakui bahwa saat ini masih banyak lokasi yang mengalami banjir dan genangan. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan, tahun mendatang dinasnya akan mendapatkan gelontoran dana sebesar Rp 1,1 triliun. Dana tersebut di antaranya digunakan pengendalian banjir. "Di Surabaya anggaran PU Bina Marga dan Pematusan memang besar dibandingkan dari daerah lain, itu karena Surabaya tidak memiliki dinas perairan yang terpisah. Nah dari dana itu kita memang banyak memfokuskan untuk program penanggulangan banjir," ucap Erna, (3/12). Pihaknya menyebutkan dari anggaran tersebut anggaran untuk pengendalian banjir kira-kira mencapai Rp 600 miliar. Sedangkan lainnya banyak yang untuk pembebasan lahan untuk jalan sebesar Rp 300 miliar, dan juga pemeliharaan jalan dan jembatan maupun kegiatan pematusan yang lain. Di tahun 2018 mendatang, DPUBMP akan melakukan sejumlah penanganan banjir. Salah satunya yang menjadi andalan adalah pembangun pintu air di ujung sungai Kalimas, yaitu di dekat Jembatan Petekan. Proyek yang semula akan dikerjakan oleh pemerintah pusat tersebut sudah disepakati untuk dikerjakan Pemkot meski secara bertahap. Disampaikan Erna, pintu air Petekan ini akan banyak memberikan dampak pada penanganan banjir di wilayah utara dan juga di tengah kota. "Tahun depan saya sudah dapat kabar bahwa akan ada anggaran meski hanya dikerjakan dalam satu tahun saja, bukan multi tahun. Ya mulai tahun depan akan kita kerjakan," lanjut Erna. Pembangunan pintu air Petekan sebagaimana kesepakatan dengan DPRD disetujui sebesar Rp 43 miliar. Tahun 2018 pembangunan pintu air Petekan itu akan difokuskan untuk pembangunan pintu airnya dulu. Baru setelah itu akan dibelikan instalasi pompa dengan kekuatan yang lebih besar dibandingkan rumah-rumah pompa maupun pintu air yang ada di titik lain. Kekuatan pompa di pintu air Petekan itu akan dipasang sampai kapasitas 25 kubik air per detiknya. Di sana akan ada delapan pompa yang akan dipasang di sana. Pintu air ini akan menjadi kendali keluar masuknya air ke dalam dan keluar kota. Namun, sebelum pelaksanaan pelelangan, nantinya Dinas PU Bina Marga dan Pematusan akan membuat detail Engineering design dari pintu air Petekan. Kalau-kalau ada yang masih bisa diefisiensikan agar dana tidak sampai membengkak sampai Rp 200 miliar sesuai desain awal. "Selain program pembangunan pintu air Petekan, penanggulangan banjir yang akan kami lakukan tahun depan, masih seputar melanjutkan proyek diversi Gunungsari kami lanjutkan sampai ke Benowo, lalu juga pemasangan box culvert di kawasan yang masih banjir, dan juga proyek normalisasi sungai-sungai di kawasan barat," kata Erna. Beberapa sungai yang akan dinormalisasi adalah di Kalianak, dan juga di sungai Tambak Langon atau bawah jembatan Branjangan. Selain itu juga dibangun rumah pompa di Branjangan sebagai alat penyedot air bah di kawasan Surabaya Barat. Saat ditanya apakah ada pembangunan pintu air baru, disampaikan Erna selain Petekan tidak ada lagi pembangunan pintu air lantaran memang pintu air Petekan jika terealisasi bakal mampu menjadi penentu untuk kawasan Utara dan tengah kota tak lagi banjir. sry

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru